Selasa , 16 Desember 2025

Gajah Tari Kalista Lestari Mati, Ini Pernyataan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan

PEKANBARU (pekanbarupos.co)–Hari ini, dengan hati yang berat namun penuh keikhlasan, saya menyampaikan bahwa putri angkat kita, Gajah Tari Kalista Lestari, telah kembali ke pangkuan alam semesta.

Seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir, kehidupan Tari telah mengalir dengan indah, memberikan makna dan pelajaran bagi kita semua.

Tari bukan sekadar seekor gajah, ia adalah simbol keseimbangan alam yang semakin rapuh di tengah arus pembangunan. Ia adalah suara hutan Tesso Nilo yang semakin menyempit.

Dan kini, kepergiannya menjadi pengingat bahwa hubungan kita dengan alam bukanlah hubungan penguasa dengan yang dikuasai, melainkan hubungan saling menjaga dan menghormati.

Dalam filosofi Yunani kuno, kematian bukanlah akhir, melainkan transformasi. Jiwa Tari kini menyatu dengan semesta, menjadi energi yang akan terus menginspirasi kita untuk menjaga kelestarian hutan dan satwa liar yang semakin terancam.

Kepergiannya adalah panggilan bagi kita semua untuk ‘mensucikan diri’ dari sikap abai terhadap lingkungan.

Sebagai orang tua angkatnya, saya merasakan kehilangan yang mendalam. Namun, saya percaya bahwa Tari tidak benar-benar pergi.

Ia hidup dalam komitmen kita untuk terus menjaga hutan Tesso Nilo. Ia hidup dalam setiap pohon yang kita tanam. Ia hidup dalam kebijakan ‘Green Policing’ yang terus kita kembangkan.

Saat ini, tim dokter hewan sedang melakukan nekropsi untuk memastikan penyebab kematian Tari. Apapun hasilnya nanti, kita harus menerimanya dengan lapang dada dan menjadikannya pelajaran untuk perlindungan satwa yang lebih baik ke depan.

Kepada Domang, sahabat Tari yang masih berjuang di Tesso Nilo, saya berjanji akan terus menjagamu dan habitatmu.

Kepada masyarakat Riau, mari kita jadikan kepergian Tari sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam menjaga keseimbangan alam.

Seperti pohon yang kita tanam bersama, semoga warisan Tari akan tumbuh menjadi kuat dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Selamat jalan, Tari. Engkau bukan hanya warga kehormatan Riau, tapi juga putri kebanggaan yang telah mengajarkan kita arti keseimbangan dan kelestarian.(fiq)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *