Jumat , 23 Januari 2026

Dari Ruang Kelas untuk Saudara di Sumatera, Donasi PGRI Pelalawan Rp300 Juta Lebih

PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Di teras kediaman Bupati Pelalawan, Rabu (10/12/2025), suasana terasa berbeda. Bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi momen ketika kepedulian tumbuh menjadi kekuatan bersama.

Di hadapan tumpukan kardus logistik dan lembaran tanda terima, Bupati Pelalawan H. Zukri berdiri menyambut rombongan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pelalawan keluarga besar dunia pendidikan yang datang membawa sesuatu yang lebih besar dari angka nominal, empati.

Dari jerih upaya para guru, siswa, dan orang tua murid di 12 kecamatan, terkumpul donasi sebesar Rp300.226.000 beserta tiga truk logistik berisi pakaian layak pakai dan kebutuhan pokok.

Angka itu bukan hanya hasil penggalangan dana. Ia lahir dari rasa persaudaraan dengan warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah berjuang menata hidup usai bencana.

Ketua PGRI Pelalawan, Leo Nardo, datang tidak hanya membawa laporan donasi, tetapi juga harapan. Dalam suaranya, tersimpan cerita tentang kotak-kotak donasi di sekolah, tentang siswa yang menyisihkan uang jajan, dan guru-guru yang menggerakkan hati dengan keteladanan.

“Ini adalah wujud empati keluarga besar PGRI Pelalawan terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ucap Leo.

“Bantuan ini adalah hasil donasi para guru, siswa, dan orang tua murid,”imbuhnya.

Di hadapan mereka, Bupati Zukri memberikan apresiasi penuh. Baginya, sumbangan ini bukan sekadar bantuan, tetapi bukti bahwa nilai kemanusiaan tumbuh kuat di ruang-ruang belajar Pelalawan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pelalawan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PGRI Pelalawan, seluruh guru, pelajar, serta orang tua murid atas kepedulian dan solidaritas ini,” ujar Bupati.

“Bantuan ini akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana,”sambung pejabat nomor satu di Kabupaten Pelalawan lagi.

Ia menegaskan, seluruh bantuan akan disalurkan melalui jalur resmi pemerintah, agar tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Tiga truk logistik yang terparkir di halaman kediaman bupati seolah menjadi saksi bahwa kepedulian tidak pernah kalah oleh jarak.

Dari koridor sekolah hingga pelosok Sumatera yang terdampak bencana, semangat solidaritas bergerak melalui tangan-tangan para pendidik dan generasi muda.

“Semangat seperti inilah yang harus terus kita jaga. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,”pungkasnya berharap.

Di hari itu, Pelalawan mengirimkan pesan yang jauh lebih kuat daripada kata-kata, bahwa ketika musibah datang, bangsa ini selalu menemukan cara untuk saling menguatkan. Dan kali ini, pesan itu dikirim dari guru-guru yang mengajarkan bukan hanya ilmu, tetapi juga empati.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *