Sabtu , 23 Mei 2026

Edukasi Pembelajaran ANBK dan Implikasi Terhadap Pembelajaran

Oleh: Prodi Pendidikan Kimia FKIP UIR di Arsyad Islamic School

Asesmen berskala nasional yang semula dilakukan dalam bentuk ujian nasional diganti menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sejak 2021. Asesmen Nasional merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengevaluasi dan memonitoring sistem pendidikan dasar dan menengah oleh pemerintah terhadap sekolah yang dipilih secara acak. Asesmen Nasional ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu Asesmen Kompetensi Minimun (AKM), survei karakter dan survei lingkungan belajar.

Sejak diberlakukannya kebijakan ini terdapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Ada yang pro dan ada yang kontra. Begitu pula dengan kesiapan sekolah, ada sekolah yang siap menghadapi kebijakan ini, namun ada juga sebagian sekolah yang masih belum siap karena kurangnya pemahaman dan minimnya sosialisasi terhadap kebijakan ini.

Berbagai bentuk sosialisasi telah diupayakan oleh pemerintah, namun masih banyak guru dan sekolah yang belum sepenuhnya memahami tata cara pelaksanaan Asesmen Nasional ini. Untuk itu, diperlukan adanya sosialisasi dan pelatihan terkait hal ini. Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen beserta mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP UIR menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dengan mengangkat tema ini di lingkungan sekolah Arsyad Islamic School.

Berdasarkan hasil wawancara tidak terstruktur dengan perwakilan sekolah mitra, materi terkait AKM sebagai bagian dari Asesmen nasional menjadi salah satu materi yang sangat dibutuhkan oleh guru-guru disekolah untuk meningkatkan kompetensi professional dan pedagoginya sebagai guru.

Sosialisasi dan edukasi dilaksanakan dengan menggunakan berbagai metode yaitu; ceramah, diskusi, tanya jawab. Sosialisasi dan edukasi ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat program studi pendidikan kimia yang diketuai oleh Oktariani, M.Pd dan dibantu rekan dosen lainnya yaitu: Nurul Fauziah, M.Pd, Yelfira Sari, M.Si dan 2 orang mahasiswa Pendidikan Kimia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 18 September 2023 di Arsyad Islamic School dan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan sekolah mulai dari tingkat SD hingga MA yang berjumlah lebih kurang 65 orang.

SD IT Arsyad Islamic school yang menjadi mitra pengabdian ini termasuk sekolah yang tergolong baru. Sekolah ini mengusung brand sebagai sekolah islami berbasis multimedia binaan alumni timur tengah. SD IT Arsyad Islamic School adalah sebuah institusi pendidikan SD swasta yang beralamat di Jl. Imam Munandar No.321, Kota Pekanbaru. Saat ini SD IT Arsyad Islamic School menggunakan kurikulum SD 2013, terakreditasi B. SD IT Arsyad Islamic School dipimpin oleh seorang kepala sekolah bernama Ahmad Azwir Yakup. Meskipun tergolong sekolah baru, namun sekolah ini memiliki saran dan prasarana yang memadai seperti perpustakaan, laboratorium TIK, kantin dsb.

Kegiatan PkM ini terselenggara berkat adanya kerjasama pendidikan kimia FKIP UIR dengan pihak sekolah Arsyad Islamic School. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru-guru akan informasi dan kebijakan terkait pelaksanan Asesmen Kompetensi Minimum sebagai bagian dari Asesmen Nasional.

Dengan meningkatnya pemahaman guru terhadap Asesmen Kompetensi Minimum ini dapat mendorong guru untuk melaksanakan program pembelajaran dan sistem evaluasi yang berorientasi pada Asesmen Kompetensi Minimum yaitu literasi dan numerasi. Jika guru dan pihak sekolah sudah melaksanakan program pembelajaran, kegiatan sekolah, lingkungan sekolah dan sistem penilaian yang berorientasi literasi dan numerasi maka tentunya akan dapat meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi siswa. Jika kompetensi siswa meningkat maka akan berdampak pada pada capaian sekolah dalam Asesmen Nasional sebagai gambaran mutu sekolah. Hal ini tentunya akan berdampak pada peningkatan mutu sekolah.

Selama kegiatan PkM ini terlihat guru-guru sangat antusias terhadap materi yang disampaikan. Selain pemaparan terkait Asesmen Nasional, juga disampaikan beberapa praktik baik terkait penerapan berbagai metode dan kegiatan sekolah yang berorientasi pada literasi dan numerasi. Diakhir sesi dilakukan tanya jawab dan para guru sangat aktif untuk bertanya.(rls)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *