INHU (pekanbarupos.co) — Kehidupan tidak selalu berjalan mulus namun ada kalanya beruntung dan sesekali mengalami nasib sial, apes dan tidak beruntung.
Barangkali apes kali ini bisa dialamatkan kepada seorang warga Desa Bunga Tanjung Puncak Selasih di kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Inhu Riau, Stutikno (55) seorang pekerja serabutan.
Pasalnya hampir 7 bulan setelah musibah Turap milik SPBU CODO pecah dan mengakibatkan tanah timbunan dilahan SPBU CODO tergerus hingga merusak rumah milik Sutikno, namun niat baik Perusahaan untuk perbaikan hingga awal bulan Nopember ini tak kunjung ada.
“Mungkin pemilik Perusahaan ini orang hebat di Jakarta sana dan gak pernah tau kondisi kami sehingga hatinya tidak pernah tergerak memperbaiki rumah kami rusak akibat Turapnya pecah,” sesal Kakek tiga orang Cucu ini, Selasa (31/10/23).
Karena tak kunjung ada niat baik memperbaiki rumahnya, Sutikno, 29 Agustus kemarin mengadukan nasibnya ke Mapolres Inhu di Rengat namun tidak bergeming.
Korban juga menghitung kerugian yang dialaminya termasuk kerusakan kebun mencapai Rp 850 juta. “Rencana rumah ini mau saya geser, tidak lagi persis di samping SPBU, sehingga kelak insiden serupa tidak terjadi lagi,” sambung Sutikno terkait jumlah kerugian yang diajukan.
Pasca dilaporkan ke Mapolres Inhu, beberapa orang yang mengaku mewakili Manajemen SPBU CODO dari Jakarta didampingi Dirut dari Pekanbaru, Iwan dan Manager SPBU CODO di Desa Bunga Tanjung Puncak Selasih, Elga, sempat bernegosiasi kepada korban dan bersepakat ganti rugi sebesar Rp700 juta, secara lisan.
Anehnya, kata Stutikno, janjinya tak kunjung direalisasi. “Mereka itu PHP (pemberi harapan palsu), mungkin karena mereka orang kuat,” Sutikno menggerutu.
Terpisah, Manager SPBU CODO di Desa Bunga Tanjung Puncak Selasih, Elga, mengatakan kemampuan ganti rugi dari Perusahaan hanya Rp155 juta termasuk untuk kerusakan rumah korban Rp130 juta.
“Untuk ganti rugi kebun rusak sebesar Rp25 juta sudah kami bayarkan kepada beliau,” tulis Sutikno lewat WhatsApp Pekanbaru Pos.
Sedangkan Dirut SPBU CODO di Pekanbaru, Iwan, saat dikonfirmasi belum memberi keterangan. Polisi sendiri mengatakan pelaporan korban masih bersifat pengaduan masyarakat “Masih di Humas,” jawab Kasi Penmas Polres Inhu Aipda Misran. (san)
Pekanbaru Pos Riau