KUANSING (pekanbarupos.co) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar seminar tentang bahaya narkoba (drugs) dan perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kepada pelajar se-Kuansing, Rabu (8/11).
Seminar yang digelar di Aula MAN I Kuantan Singingi tersebut dibuka Ketua MUI Kuansing H Bakhtiar Saleh diwakili Ketua Komisi Dakwah dan Penguatan Ukhuwah Erapindo Alfaqih Lc.
Ketua Komisi Dakwah MUI Kuansing Erapindo Alfaqih mengatakan peredaran narkoba di berbagai tempat dan masuk di semua kalangan telah menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya para orang tua. Tak hanya itu, katanya, prilaku menyimpang LGBT di Kuansing juga cukup meresahkan. Ancaman LGBT tersebut sangat penting bagi remaja dan anak-anak. Karena mayoritas korban kekerasan seksual adalah anak-anak dan remaja.
“Peredaran narkoba dan prilaku LGBT sudah sangat meresahkan di Kuansing tentu ini menjadi perhatian kita,” kata Erapindo. MUI katanya, punya tanggung jawab moral untuk memerangi bahaya narkoba dan prilaku LGBT dengan memberikan pengetahuan, pencerahan dan penyadaran kepada kaum muda supaya bisa membentengi diri.
“Seminar ini semoga menambah pengetahuan pelajar tentang bahaya narkoba dan LGBT yang cukup mengkhawatirkan di Kuansing,” katanya. Masih kata Erapindo, bahwa narkoba dan prilaku LGBT menurut Islam merupakan perbuatan yang diharamkan. Maka prilaku ini harus dijauhi, maka wajib hukumnya membentengi diri sejak dini. “Sebarkan informasi keharaman narkoba dan LGBT kepada keluarga, tetangga dan rekan-rekan sekolah,” katanya.
Sementara Ustadz Irsyad Azizi Lc mengatakan prilaku LGBT itu keluar dari fitrah manusia. Prilaku menyimpang ini disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekitar. “Prilaku LGBT keluar dari fitrah manusia dan hukumnya haram. Bahkan, semua agama melarang prilaku ini. Dan prilaku ini harus dijauhi,” tegasnya.
Sementara Kepala BNNK Kuansing AKBP Syofyan mengatakan bahwa peredaran narkoba menyasar kaum pelajar. Maka dari itu, pentingnya pemahaman tentang bahaya narkoba sejak dini. “Seminar ini cukup bagus, sehingga generasi muda kita paham terhadap bahaya narkoba,” katanya.
Sementara Ketua Panitia Alkhairi MPd mengatakan seminar yang mengangkat tema,” Selamatkan Generasi Bangsa dari Bahaya LGBT dan Narkoba” menghadirkan dua narasumber, yakni AKBP Syofyan dari BNNK Kuansing dan Wakil Ketua MUI Kuansing H Irsyad Azizi Lc MA
Kegiatan ini katanya, sebagai bentuk kepedulian dan upaya Komisi Fatwa dan Hukum, Komisi Dakwah dan Komisi Pendidikan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya umat Islam terhadap hal-hal yang merusak keluarga. “Bahaya narkoba dan LGBT perlu ditekankan kepada pelajar untuk supaya terhindar dari perilaku asusila dan amoral yang korbannya selalu menimpa anak-anak usia sekolah,” katanya.
Dalam kegiatan ini, MUI Kuansing bekerja sama dengan Badan Narkoba Nasional Kabupaten Kuansing dan ulama sebagai narasumber dengan peserta perwakilan dari pelajar SMA, SMK dan MA negeri dan swasta.(cil)
Pekanbaru Pos Riau