BALAIJAYA (pekanbarupos.co) — Tak terima Kadusnya dipecat, puluhan warga kepenghuluan Balam Jaya kecamatan Balai Jaya kabupaten Rokan Hilir melakukan aksi unjuk rasa di kantor kepenghuluan Balam Jaya, Kamis (21/12/23). Aksi yang dilakukan warga ini bukan tidak beralasan, sebab ketiga kepala dusun yang dipecat ini salah satunya Jarwansyah yang baru dilantik pada tanggal 04 September 2023.
Jarwansyah dipecat atau diberhentikan oleh Penghulu Balam Jaya M.Nababan yang baru dilantik Bupati Rohil dan digantikan oleh Hari Budiman pada tanggal 29 November 2023 berdasarkan surat keputusan Penghulu Balam Jaya No 20 Tahun 2023..
Saat di konfirmasi awak mèdia, Jarwansyah tidak tahu apa kesalahannya,hingga Mangapul Nababan memberhentikan dirinya dari jabatan Kadus bersama dua rekannya. “Saya gak tahu pak,apa alasan dan maksud pemberhentian diri saya sebagai Kadus,tiba-tiba saja saya diberhentikan tanpa tau alasan dan kesalahan saya,”ungkapnya.
Merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017 dalam pasal 1 angka 5 disebutkan Perangkat Desa adalah unsur staf yang membantu kepala Desa dalam penyusunan kebijakan dan koordinasi yang diwadahi dalam sekretariat Desa dan unsur pendukung tugas kepala Desa dalam pelaksanaan kebijakan yang diwadahi dalam bentuk pelaksana teknis dan unsur kewilayahan.
Sejak keluarnya Undang-Undang Desa dan peraturan turunannya, sejak itu juga dilakukan perekrutan perangkat desa dan aturan pemberhentian perangkat desa. Berdasarkan peraturan tersebut, semestinya tidak ada lagi pemberhentian perangkat desa secara semena-mena. Tindakan kepala desa yang bertindak sewenang wenang tanpa aturan memberhentikan perangkat desa seperti raja-raja kecil yang kebal hukum.
F.Samosir sebagai Kepala Urusan (Kaur) bidang Pemerintahan desa Balam Jaya tidak dapat berbuat banyak dalam menjawab berbagai pertanyaan dari warga. “Saya tidak dapat menjawab, penghulu masih di Bagan Siapi-api. Sementara Sekdes masih di jalan katanya tadi waktu saya hubungi melalui seluler,” ungkapnya.
Sedangkan Camat Balai Jaya,Fauzan saat di konfirmasi terkait hal ini hanya menjawab singkat, “Saya lagi rapat,” katanya. M.Nababan sendiri selaku penghulu Balam Jaya yang baru saat dihubungi melalui selulernya gagal lantaran hpnya tidak aktif.
Aksi warga ini berujung penyegelan kantor Penghulu Balam Jaya oleh kaum ibu yang memang ikut dalam aksi di kantor kepenghuluan Balam Jaya.(met)
Pekanbaru Pos Riau