Selasa , 23 Juni 2026

Konflik PT SIR Selesai, Warga Okura Berterima Kasih kepada Gubernur

PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Konflik lahan antara PT Surya Intisari Raya (SIR) dengan warga akhirnya selesai setelah difasilitasi oleh Gubernur Riau (Gubri), Brigjen TNI (purn) H Edy Natar Nasution di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Selasa (6/2/2024).

Pertemuan yang diawali dengan laporan dari Ketua Tim Terpadu Penyelesaian Konflik PT. SIR Syahrial Abdi yang juga Kepala Dinas Perkebunanan Provinsi Riau, dilanjutkan dengan pemaparan dari pihak masyarakat Ketua Aliansi Masyarakat Adat Melayu Riau Heri dan Perwakilan PT. SIR Suparman.

“Kita baru saja menyelesaikan pertemuan dengan antara PT SIR, masyarakat, Pemko dan Tim Satgas Terpandu, untuk menemukan kesepakatan, alhamdulillah, kalau kita lihat tadi semua sudah sepakat,” ujarnya.

Selama ini ada cara pandang yang berbeda, antara pihak perusahaan dengan masyarakat, terhadap penafsiaran 20 persen. Dari awal lanjut Gubernur, pihaknya ingin menyelesaikan masalah ini untuk duduk bersama.

“Sekarang sudah selesai, tinggal Pemko melanjutkan SK CPP ( Calon Petani Penerima, red), ” tegas Gubri.

Gubernur berharap, perusahaan sawit yang ada di Riau meniru apa yang telah dilakukan PT. SIR dengan masyarakat. Kalau hal ini berjalan, maka kondisifitas akan terjalin.

“Saya ingin perusahaan lainnya melakukan pola yang sama, saya tidak pernah masuk kewilayah skema seperti apa yang akan dilakukan. Tetapi yang penting adalah bagaimana perusahaan dengan masyarakat tempatan memiliki satu cara pandang yang sama yang diikat dengan aturan, tandasnya.

Sementara perwakilan masyarakat Okura, Heri mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Riau yang telah menyelesaikan konflik PT SIR dengan masyarakat.

“Ini anugerah yang ditunggu masyarakat, hari ini kita mendapatkan pemimpin yang luar biasa, seorang Gubernur yang hadir di tengah masyarakatnya,” ujar Heri.

Ia juga menegaskan, jika setelah ini masyarakat tidak akan membuat tuntutan lain. Dimana semua ini sudah cukup bagi masyarakat yang bisa mebantu ekonomi kedepannya.

“Kami memperjuangkan ini murni untuk kehidupan keluarga. Termasuk untuk biaya anak-anak kami sekolah.

Sudah sangat lama kami berharap dan berjuang untuk ini, dan baru sekarang ada penyelesaiannya. Maka itu kami sangat berterimakasih kepada bapak gubernur Riau,” tuturnya.

Konflik lahan PT. SIR, bermula adanya aspirasi masyarakat yang disampaikan kekantor Gubernur tentang lahan mereka. Hal itu, ditanggapi gubernur Riau dan lansung membentuk tim satgas Pengendalian Konflik Lahan PT. SIR.

Semenjak pembentukan tim tersebut, petugas pun lansung bekerja, sampai dengan hasil yang disepakati saat ini. (dre)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *