KUALAKAMPAR (pekanbarupos.co) — Panas ekstrim terjadi di Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan. Hal ini pula diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran lahan gambut ditumbuhi semak belukar. Luasnya lahan mencapai 11 hektar.
Masih untung kebakaran yang terjadi di Parit Pontian dan Parit Batas, Desa Teluk Beringin dan Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar berhasil dipadamkan.
“Alhamdulillah pemadaman dan pendinginan sudah berhasil dilakukan oleh tim di lapangan,”jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Zulfan, M. Si didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pelalawan Murdied, SE, Selasa (26/3/2024).
Menurut Murdied, berdasarkan laporan Muhammad Nasir Bagian Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pelalawan dari lokasi, pemadaman dan pendinginan menggunakan 1 unit mesin pemadaman kebakaran dengan selang 10 gulung dan 1 nozzel itu dapat diatasi karena tersedianya sumber air.
Menurut Murdied, kegiatan pemadaman dan pendinginan Karhutla yang dimulai pukul 08.00 WIB, Senin (25/3/2024) itu, selain melibatkan 4 personil BPBD juga 2 personil TNI, 5 Polri serta 10 orang masyarakat. “Untuk mencapai ke lokasi lahan yang terbakar, tim harus menempuh jarak lebih kurang 10 kilometer. Lebih kurang 1 jam perjalanan baru mencapai ttiitk lahan gambut yang berisikan semak belukar,” paparnya.
Lanjut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pelalawan ini, meski sumber air tersedia hingga memudahkan tim beraksi, namun akses jalan menuju lokasi hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. “Jarak tempuh menuju titik api sulit,” ujarnya sambil mengatakan kendala lain kondisi cuaca panas ekstrim dan hembusan angin sangat kencang.
“Alhamdulillah pemadaman dan pendingin berjalan aman dan lancar,”terang Murdied sambil berharap warga tidak membakar lahan dan tidak sembarangan menyalakan api termasuk membuang puntung rokok yang bisa menjadi pemicu kebakaran, apalagi di lahan gambut di saat suhu panas ekstrim saat ini.(amr)
Pekanbaru Pos Riau