Senin , 19 Oktober 2026

Pertamina EP Lirik Merugi, Bapemperda: Tutup Saja

Ketua Bapemperda DPRD Inhu, Martimbang Simbolon

INHU (pekanbarupos.co) — Ketua Badan Pembuatan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berpendapat, jika perusahaan negara sekelas BUMN selalu merugi menjalankan profit ada baiknya perusahaannya ditutup.

“Kalau perusahaan itu selalu beban kepada negara, ‘menyusu’ terus, saya rasa ada baiknya ditutup saja,” saran Martimbang Simbolon, Kamis (19/1/23) di Pematangreba.

Namun demikian, kata anggota Komisi IV DPRD Inhu ini, tips mengatasi kerugian bisnis yang merugi hendaknya dilakukan evaluasi tentang penyebab merugi, memperbaiki sistem bisnis dengan memperhatikan sumber daya manusia yang ada, memperhatikan proses manajemen keuangan apakah berjalan dengan baik atau belum, hingga melakukan peningkatan kemampuan (mastery level).

“Yang paling terpenting lagi mengontrol karyawan, time manajaman bahkan money management,” ketua DPC II partai Perindo Inhu, Martimbang, mengurai.

Sebelumnya Manajemen Pertamina PHE Kampar dan EP Lirik mengatakan produksi minyak mentah di Inhu perbulannya tidak sampai 1.000 barel per bulan.

Akibatnya perusahaan plat merah ini masih merugi. Namun demikian program distribusi CSR kepada Masyarakat tetap konsisten. Salah satunya membangun taman wisata di lirik.

“Masih merugi, karena liftingnya tidak sesuai dengan operasional,” sebut Comrel & CID Officer Zona 1 Pertamina EP Lirik, Renita Yulia K, kepada Pekanbaru Pos, disela silaturahmi bersama wartawan Rabu (17/1/23) kemarin di Pematangreba, sesaat setelah ditanya tentang laba dan jumlah DBH Migas dari Pertamina ke Inhu.

Katanya, salah satu pemicu masih meruginya perusahaan disebabkan produksi minyak mentah diwilayah kerja EP Lirik tidak sampai seribu barel per bulan.

Ditanya jumlah sumur minyak aktif, Manajemen tidak bisa merinci. “Kami tidak bisa rincikan, pastinya sumur itu berada disekitar Binio, Rakit Kulim, Rengat Barat dan Kecamatan Lirik,” sambung salah seorang staf, Rita.

Anehnya, Comrel & CID Officer Zona 1 Pertamina EP Lirik, Renita Yulia K, lewat WhatsApp yang diterima Pekanbaru Pos, Rabu (18/1/23) kembali menyebut yang merugi itu Kampar. “Yang rugi tu PHE Kampar, perusahaannya beda,” tulis Renita. (san)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *