Selasa , 1 September 2026
Kapus Bagan Batu dr.Erdianto saat melakukan imunisasi vaksin kepada anak Balita pada acara launching PIN Polio di Bagan Manunggal.met

Dalam 6 Bulan, ODHIV di Bagan Sinembah Bertambah 5 Orang,  3 Meninggal 

DIdominasi Usia Produktif dan Kaum Laki- laki

BAGANBATU (pekanbarupos.co) — Dalam kurun waktu selama 6 bulan sejak Januari  hingga Juni 2024 (semester 1) kasus Orang Dengan HIV/ AIDS di kecamatan Bagan Sinembah bertambah 5 orang sementara yang meninggal 3 orang.

“Iya kasus HIV/ AIDS bertambah 5 orang sedangkan meninggal bertambah 3 orang,” kata Kepala UPT Puskesmas Bagan Batu, dr Erdianto disela sela kegiatan launching PIN Polio di Kepenghuluan Bagan Manunggal Kecamatan Bagan Sinembah.Selasa (23/7).

Disampaikan Kapus, Kasus HIV/ AIDS di Kecamatan Bagan Sinembah saat ini mencapai 80 orang lebih. Korban HIV/ AIDS di dominasi usia produktif atau 40 tahun ke bawah. Sedangkan kasus terbanyak terjadi pada orang laki- laki.”Penyebab meninggalnya korban HIV/ AIDS disebabkan karena berhenti terapi atau minum obat,” jelasnya.

Lanjut dr.Erdianto, Penularan kasus HIV/ AIDS disebabkan melalui  hubungan seks bebas atau gonta ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman ( Kondom), transfusi darah, suntik jarum dan narkoba.

“Atas kejadian ini kiranya dapat menjadi pelajaran kusus bagi para lelaki hidung belang yang suka jajan dan gonta ganti pasangan,” ujarnya.

Kendati demikian, Kapus Bagan Batu ini menyampaikan bahwa Pihaknya atau Puskesmas Bagan Batu telah melakukan upaya pencegahan dan sosialisasi ke beberapa lokalisasi maupun tempat-tempat hiburan secara rutin tiap bulan.

“Selagi korban masih mau terapi atau minum obat rutin mudah- mudahan mereka bisa bertahan hidup,” jelasnya.

Salah satu kelompok Dukungan Sebaya ( KDS) Afrida Hasibuan mengaku pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap pasien ODHIV yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

“Tugas kami adalah melakukan pendampingan kepada ODHIV untuk memberikan semangat dan dukungan agar rutin melakukan terapi dan minum obat,” kata Afrida.

Disampaikan Afrida sesuai data yang ada, KDS melakukan pendampingan kepada ODHIV di Kabupaten  Rokan Hilir mencapai ratusan orang. Dan untuk ODHIV yang menjalani terapi di Puskesmas Bagan Batu sendiri saat ini mencapai 170 ODHIV yang berasal dari berbagai wilayah seperti kecamatan Simpang Kanan, Bagan Sinembah, Balai Jaya, Tanjung Medan, Bangko Pusako dan Pujud. “Mereka semua kita yang mendampinginya dan kami sudah MOU dengan pihak Puskesmas,” katanya.

Kemduian dari pada itu Ia berharap kasus HIV /AIDS ini sampai disini jangan sampai menular kemana- mana. Ia juga meminta kepada orang yang dekat dengan ODHIV, supaya dapat memberikan dukungan dan semangat kepada mereka agar terus melakukan terapi dan pengobatan.

“Stop stigma dan diskriminasi untuk orang- orang yang terjangkit HIV AIDS, jauhi penyakitnya bukan orangnya agar tetap semangat untuk melakukan terapi dan pengobatan,” tutupnya.(met)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *