Senin , 17 Agustus 2026

Wujud Pemerintah Dukung Bandara Japura Harus Tegas

Ketua APINDO Inhu, Mastur alias Asun.

INHU (pekanbarupos.co) — Keberpihakan pemerintah mendukung pengelolaan bidang kebandaraudaraan di kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Riau, harus tegas.

Jika tidak, fungsional bandar udara (Bandara) Japura di Kecamatan Lirik dan dibangun PT Stanvac sejak 70 tahun silam akan sia-sia.

“Maka jangan biarkan Bandara Japura hanya sebatas nama,” pesan ketua APINDO Inhu, Mastur, baru baru ini.

Menurut Mastur, sejatinya kehadiran Bandara akanbmenghadirkan konektivitas dan aksesibilitas suatu wilayah sehingga pada akhirnya mendorong pergerakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Namun impian itu hanya bisa digapai jika semua fihak mendukung. “khususnya pemerintah daerah harus tegas,” sentil Mastur.

Menurut CEO PT Kurnia Subur group ini, wujud tegas Pemerintah mendukung efektivitas Bandara Japura dapat dianalogikan melalui komitmen ratusan bidang usaha industri dan perkebunan yang ada di Inhu.

“Coba bayangkan, jika setiap perusahaan bisa mendukung sebanyak 15 sheat setiap bulannya, pesawat Wings Air pasti bisa terbang dua kali seminggu. Sebab untuk sekali terbang butuh 40 sheat atau jika diuangkan sekitar 40 juta sekali terbang ke Batam,” paparnya.

Sebaliknya, jika perusahaan yang ada di Inhu tidak kooperatif mendukung bisa disanksi. “Makanya Pemerintah itu harus tegas, jika perusahaannya tidak mendukung disuruh hengkang saja,” tegas Mastur bernada tinggi.

Pengusaha sukses asal Inhu ini mencontohkan kesusksesan bandar udara Pinang Kampai di kota Dumai Riau bisa berjalan normal karena didukung Perusahaan setempat dengan cara wajib beli sheat per bulan. “Masa kita kalah dengan Dumai,” tutur Mastur dan kerap dipanggil nama Asun.

Belum beroperasinya Bandara Japura dibenarkan Eksekutif General Manager (RGM) Bandara Japura, Alex Rudi Naenggolan.

Penyebabnya, Maskapai Wings Air ATR 72 milik Lion Air rute Bandara Japura Hang Nadim Batam harus membawa penumpang sedikitnya 40 sheat dengan harga ticket Rp800 ribu hingga 1 juta rupiah. “Wings Air menggunakan blok sheat 40 dan sebanyak 35 seat dijual pihak maskapai,” singkat Alex, kemarin. (sdr)

Ketua APINDO Inhu, Mastur alias Asun.

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *