Senin , 27 April 2026

Kabel Bawah Laut Entah Kapan, Lampu Jalan pun Sering Mati

KUALAKAMPAR (pekanbarupos.co)-Hingga saat ini listrik belum menyala 24 jam. Masyarakat ibu kota kecamatan Kuala Kampar, Kelurahan Teluk Dalam hanya menikmati listrik 15 jam saja. Mirisnya, sangat minim penerangan di jalan dan lingkungan.

“Entahlah kami di Penyalai ini. Listrik masih dijatah 15 jam sehari. Selebihnye cahaya matahari,”keluh Arpan (40) warga Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Riau, Sabtu (5/10/2024).

Sementara lanjut Arpan, tetangga mereka di Kabupaten Kepri yang hanya dibatasi laut, hampir semua desa dan kelurahan sudah menikmati listrik 24 jam.

“Kami di Penyalai entah kapan lah. Pak Bupati sudah diganti beberapa kali. Bulan ini pun Kabupaten Pelalawan sudah berusia 25 tahun. Tapi ibu Kecamatan saja masih kekurangan listrik,”ungkapnya.

Sampai 25 tahun usia Kabupaten Pelalawan sejak berpisah dengan Kabupaten Kampar, Kuala Kampar yang berada paling penghujung Sungai Kampar dan berbatasan dengan Kepri sudah cukup dikenal luas.

“Ya, Kuala Kampar kan tempat transit dari Kepri mau ke Pekanbaru lewat Buton. Jadi, tak hanya warga Indonesia tapi orang luar negeri juga singgah dan melihat kondisi Kuala Kampar. Tapi sejak puluhan tahun tetap saja berubah. Warga berharap listrik 24 jam seperti mimpi. Banyak pemimpin sebanyak itu pula janji mereka,”beber Arpan.

Namun ia tak menampik banyak juga pembangunan yang dilaksanakan di Kuala Kampar.

“Alhamdulillah pembangunan infrastruktur ada juga lah bang. Tapi, listrik itu tadi. Bayangkan saja, malam hari kantor camat, Puskesmas, apalagi lingkungan gelap. Remang-remang bang. Sedih kita lihat kondisinya,” papar Arpan sambil memperlihatkan wajah malam hari yang di lingkungan kantor camat dan Puskesmas setempat.

“Ini belum lagi di tempat lain bang. Ape tidak aje. Remang-remang membuka peluang anak-anak muda pacaran,”ujarnya nampak khawatir.

Listrik bagi warga lanjut Arpan, selain mendukung aktivitas juga untuk mendukung perekonomian masyarakat, mendukung pendidikan dan lainnya.

“Adalah Program Maghrib Mengaji, kalau gelap gimana masyarakat mendukungnya. Jadi harapan kami listrik menyala 24 jam dan pihak PLN atau Pemda mimta ditambah lampu jalan. Warga bayar pajak, tapi jalanan dan limgkungan remang-remang,”pungkasnya.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *