BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Kapolsek Bengkalis AKP Faisal SH melalui Bhabinkamtibmas Desa Wonosari menerima laporan warga adanya dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Suryadi alias Adi (diduga ODGJ) di Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis.
Pada Jumat 4 Oktober 2024 sekira pukul 18.50 Wib, telah dilaksanakan giat Quick Respon Quick Respon Laporan warga terkait adanya dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Suryadi alias Adi terhadap Amiruddin. Kejadian pemukulan bertempat di Jalan Wonosari Barat Gang Taufik, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis.
Kapolsek Bengkalis AKP Faisal SH memerintahkan Ka SPK Polsek Bengkalis Aipda Heri Budianto, Bhabin Desa Wonosari Brigadir Fahrul Rozi, Unit Intel Brigadir Ananda Adi.S untuk melakukan Quick Respon laporan warga.
Dengan mendatangi korban Amiruddin (53) warga Wonosari Kecamatan Bengkalis dan Saksi Fitri (33) warga Desa Wonosari.
Kapolsek Bengkalis AKP Faisal SH menerangkan kronologis kejadian, Jumat 4 Oktober 2024 sekitar pukul 18.10 Wib, korban lagi dalam perjalanan ke Mesjid At Taufik di Jalan Wonosari Barat hendak solat Magrib. Kemudian datang pelaku memanggil korban untuk naik ke motor. Saat di atas motor terjadi cekcok dan terjadi perkelahian.
Saksi 1 melihat kejadian berusaha melerai dengan menarik tangan pelaku dan menjerit minta tolong dan pelaku melarikan diri.
Dimana saat itu pelaku membawa Sajam yang diselip di pinggang celana. Kemudian saksi melapor ke Bhabinkamtibmas.
Sekitar pukul 19.00 Wib personel Polsek Bengkalis tiba di lokasi di rumah korban Amiruddin di Desa Wonosari Barat Jalan Wonosari RT/RW 001/012.
Pelaku Suryadi alias Adi (26) warga Wonosari Barat Gg TGK. Badariyah. Dimana pelaku pernah menjadi pasien RSJ Tampan, Pekanbaru yang dikoordinasi oleh Bhabinkambtibmas Fakhrul Rozi pada tanggal 21 Mei s/d 23 Juni tahun 2023.
Menurut keterangan warga pelaku sering melakukan tindakan meresahkan seperti melakukan pencurian, pengancaman, pemukulan, penganiayaan. Dimana telah berulang kali dilakukan mediasi karen pelaku mengalami depresi.
Hal itu dibenarkan pihak keluarga mengatakan pelaku sering melakukan pemukulan terhadap ayah dan keluarga serta sering membuat keributan dengan warga saat kondisi jiwa terganggu.
Pihak keluarga kewalahan dan kebingungan dalam menangani perbuatan pelaku dan menyerahkan masalah ini untuk ditangani oleh kepolisian. Kemudian korban dan saksi membuat laporan polisi di SPKT Polres Bengkalis.(nda)
Pekanbaru Pos Riau