
Harus memiliki keahlian khusus untuk melintas di Jalan 60 centimeter dengan kerusakan sampai 4 kilometer di Desa Teluk Dalam Kuala Kampar.
KUALAKAMPAR (pekanbarupos.co) — Sudahlah sempit, jalan pun sudah rusak dan sulit dilewati. Begitulah, kondisi salah satu jalan semenisasi di Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.
“Sepanjang perjalanan, saya merasakan takut dan cemas, karena belum pernah melintas jalan semenisasi yang lebarnya 60 centimeter. Sudahlah, sempit kondisi jalan juga retak, patah, intinya rusak hampir 4 kilometer,”ungkap Alwi Jamaluddin, kepada media Ahad (19/2).
Alwi memang bukan warga tempatan. Pria ini berasal dari Desa Bantain Bakau Aceh, Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir. Namun masih dalam satu provinsi, yakni Provinsi Riau.
“Kenapa takut dan cemas, karena selain belum pernah melewati jalan ukurannya 1 kendaraan di kiri kanan ada parit kecil dan tanah yang berlobang. Ketika ada kendaraan arah yang sama harus turun salah satunya,” imbuh Alwi sambil mengaku berada Pulau Mendol selama dua hari dalam rangkaian acara keluarga di sana, 14-16 Februari 2023.
Sebagai anak yang lahir di Riau sambung pria yang berprofesi sebagai guru di Tanjung Pinang Kepulauan Riau ini, dan juga sudah menjadi bagian dari masyarakat Desa Teluk Dalam, tidak niat untuk mengajar itik berenang tapi ingin mengingat mungkin dibalik pembangun daerah Riau yang luas mungkin ada yang terlupakan atau sudah dimusrembangkan.
“Setelah beramah tamah, berbincang bincang dari hati ke hati dengan masyarakat Desa Teluk Dalam, besar harapan masyarakat kepada Pemerintah, mulai Bapak Kepala Desa, Pak Camat Kuala Kampar,Bapak Bupati Pelalawan dan Bapak Gubernur Riau dan juga anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Dapil Kecamatan Keluala Kampar,Anggota DPRD Riau,DPR RI/DPD dan semua tokoh Penyalai yang dirantau sama-sama memperjuangkan agar jalan setapak yang rusak ukuran 60 cm ditambah menjadi 1 setengah meter atau lebih, “ungkap Alwi menjadi penyambung lidah masyarakat setempat.
Karena kondisi jalan saat ini, 1 Km jalannya lebih kurang 3 meter,4 Km jalan setapak ukuran 60 cm dan 1 km 1 meter.
Penambahan lebar jalan sebut pria yang dianugerahkan dengan suara Tilawah Quran yang merdu ini, dalam rangka keselamatan berkendaraan dan memperlancar akses ekonomi masyarakat Desa Teluk Dalam khususnya dan Kuala Kampar umumnya.
“Rasanya sangat miris jika kondisi akses itu dibiarkan. Apalagi di Kuala Kampar berbatasan langsung provinsi tetangga, Provinsi Kepri yang pembangunannya lebih selangkah. Itu pandangan saya yang faqir ini,”ucap Alwi.
Namun Alwi berujar senang, suatu hal yang mengesankan sebagai Anak yang lahir di daerah Riau yang baru pertama menginjak kaki di tanah Penyalai yang alamnya hampir sama dengan daerah saya di di Desa Bantaian Bakau Aceh Mandah Inhil.
” Tapi Sungguh terharu bercampur gembira dibalik melihat desa kaya dengan hasil pertanian yang dikelilingi dan dipenuhi kebun kelapa, Pinang, ladang dan pohon lainnya, masyarakat yang ramah tamah yang terdiri berbagai suku. Alhamdulillah semuanya baik sebagai masyarakat desa atau masyarakat kampung,”ungkapnya sambil diiringi dengan do’a, ikhtiar dan Tawakal semoga harapan masyarakat memiliki akses jalan yang standar menjadi kenyataan.
Terpisah, Indra Kampe, anggota DPRD Pelalawan berasal dari Dapil Kampar membenarkan kondisi jalan masyarakat di Kuala Kampar tersebut.
“Alhamdulillah aspirasi masyarakat sudah kita tampung dan telah dimasukkan dalam Musrenbang. Mudah-mudahan itu terealisasi. Nanti kita cek lagi di Bappeda,”jelas politisi Gerindra ini.(amr)
Pekanbaru Pos Riau