
Belasan karyawan PT RAPP terdampak kebocoran zat kimia saat dirujuk di Klinik.
PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Belasan pekerja kontraktor PT RAPP terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Beberapa diantaranya muntah-muntah. Insiden ini diduga karena terjadinya kebocoran zat kimia milik perusahaan.
“Sementara ada sekitar 15 pekerja yang terpapar dari insiden ini. Ada yang dirujuk di Klinik Town Site 1 dan ada pula di RS Evarina, Pangkalan Kerinci,”jelasnya, Ahad (19/2).
” Bocor gas kimia PT RAPP, perkerja dan karyawan dipulangkan,”imbuhnya lagi.
Meski belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan, namun dari sejumlah karyawan yang menolak disebutkan identitasnya menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, Ahad kemarin.
Lokasi kejadian disebutkan BM#1, IRS, Folio Shieter dan APW, PT RAPP, Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau.
Menurutnya serta informasi yang beredar, kejadian berawal saat karyawan MSM sedang melakukan aktifitas TBM. Tiba-tiba karyawan merasakan aroma bau yang tidak sedap.
Terkait kondisi ini, Tim Health,Safety,and Environment (HSE) yang bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengelolaan lingkungan melakukan gerak cepat.
Disebutkannya, Tim HSE yang sudah diatur dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,
segera menginstruksi para karyawan agar merapat ke jalur evakuasi sebelah Utara.
Lalu, pada saat melakukan evakuasi ke jalur evaluasi, tim HSE mendapat informasi ada karyawan MSM sesak nafas dan muntah muntah.
Karyawan yang terpapar zat kimia segera dibawa ke klinik townsite 1 untuk dilakukan pengecekan lanjutan.
Masih dari informasi yang media ini terima, sudah terdata saat ini terdapat 15 orang yang terpapar di klinik townsite 1, diantaranya, Fauzi (Rujuk ke RS efarina), Amri, Abd Rais, Hariono, Sahlan, Mustar Kelana, Nandar Andrias, Romdoni, Aryadi, Chandra Lumban, Bambang Iswanto, Hendri Amril, James, Robert Oktoyendra dan Ilham Sunardi.
Kebocoran zat kimia industri yang digunakan perusahaan raksasa di Riau ini tentu saja dikhawatirkan. Tak hanya oleh karyawan, tapi juga masyarakat. Apalagi jarak pabrik pulp and paper serta rayon hanya berjarak kurang lebih 7 kilometer dari pusat ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci.
Kadisnaker Kabupaten Pelalawan Drs Tengku Amri Fuad, M. Si juga belum berhasil dikonfirmasi.
Pekanbaru Pos Riau