Jumat , 3 Juli 2026

Diduga Dihantam Gelombang, Dua Nelayan Kuala Kampar Hilang 

Tim kepolisian dan masyarakat serta pihak lainnya sedang melakukan upaya pencarian terhadap dua Nelayan yang hilang di perairan Kuala Kampar

KUALAKAMPAR (pekanbarupos.co,) –Dua nelayan Ramli (55) dan Rahmat Santoso (10) hilang di laut. Warga Teluk Kelapa Kelurahan Teluk Dalam ini, menghilang saat menjaring ikan di perairan Tanjung Ungke Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan.

Diduga dihantam gelombang besar, sampan jongkong yang ditumpangi paman dan keponakan ini terbalik dan terseret gelombang laut.

“Padahal kalau soal keahlian berenang nelayan kita tidak diragukan lagi. Tapi, begitulah ketetapan taqdir,”cerita Iwan terkait kemampuan berenang nelayan, namun diduga terlalu kuat gelombang hingga tak mampu menyelamatkan diri lagi.

Jasad Ramli sudah ditemukan, sementara Rahmat, sampai berita ini dirilis belum ditemukan dan masih dalam upaya pencarian dari berbagai pihak, baik masyarakat, Pol Airud Polres Pelalawan, Dishub, Basarnas dan lainnya.

Menurut Iwan, warga Kelurahan Teluk Dalam, Jumat (24/2) kejadian itu berawal ketika Ramli bersama ponakannya Rahmat dan temannya Adus (25) warga Teluk Dalam, Kuala Kampar bermaksud memasang rawai (jaring ikan, red) di perairan Tanjung Ungke tak sampai 10 kilometer dari kampung mereka.

Ketiganya langsung berangkat di pagi naas itu, Ahad (19/2/2023). Selain menumpangi 1 unit ompong (kapal kayu motor) mereka juga menyertakan 1 unit sampan jongkong (kecil). Sampan tanpa mesin ini digunakan untuk memudahkan memeriksa rawai yang di tebar di laut.

Setelah jaring dipasang di perairan yang di kenal banyak berbagai jenis ikan, ketiganya lalu beristirahat untuk melepaskan lelah setelah memasang jaring. Setelah beberapa waktu menunggu, Rahmat dan pamannya bermaksud memeriksa alat tangkap ikan yang sudah direndam di air laut tersebut. Lazimnya, sudah ada ikan yang terperangkap jaring.

Sementara Adus, temannya yang satu lagi, karena badannya kurang sehat tetap menunggu di pompong.

Namun, setelah sekian lama Adus menunggu di pompong tempat mereka berlabuh pertama, Ramli dan Rahmat tak kunjung kembali.

Karena khawatir sesuatu hal terjadi, meski kurang enak badan Adus bergerak menghidupkan pompong dengan mesin diesel itu. Tujuannya, untuk mengetahui apa yang terjadi pada kedua temannya.

Haluan pompong Adus diarahkan menuju tempat rawai ikan di pasang. Namun, dia tidak menemukan Ramli dan Rahmat. Tapi tak lama kemudian matanya tertuju dengan sampan jongkong yang terbalik. Adus kenal betul jongkong itulah yang dipakai Ramli dan Rahmat untuk mengecek alat tangkap ikan itu.

Tapi sayang, kedua temannya itu tak ada lagi. Adus sempat berputar-putar mencari rekan nelayannya. Tapi tidak kunjung ketemu juga. Akhirnya, peristiwa itu dilaporkan ke warga setempat.

Upaya pencarian bersama masyarakat terhadap kedua nelayan terus berlanjut. Hari pertama tidak membuahkan hasil. Lalu, pada Selasa (21/2/2023) Ramli ditemukan disekitar perairan Tanjung Sum, Kuala Kampar. Cukup jauh dari lokasi rawai, tapi lebih dekat ke kampung.

“Mungkin terbawa arus pasang besar, hingga jasad dibawa arus pasang. Ditemukan dalam posisi tengkurap namun sudah tidak bernyawa lagi,”jelas Iwan sambil menyebutkan kasus hilangnya dua nelayan tradisional itu ke pihak kelurahan dan kepolisian pada Senin (20/2/2023).

Camat Kuala Kampar Elrasyidi Albi, S. Sos yang dikonfirmasi terpisah, Jumat kemarin membenarkan kejadian tersebut.

” Satu orang nelayan sudah ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi,” jelas Camat.

Sedangkan Rahmat, bocah nelayan sampai hari ini menurut Camat Elrasyidi Albi ditemukan dan tidak diketahui nasibnya.

“Satu nelayan lagi belum ketemu. Proses pencarian masih dilakukan tim gabungan dari Polsek Kuala Kampar, Satuan Polairud Polres Pelalawan, serta pemerintah setempat maupun masyarakat,”jelasnya.(amr)

Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Sabtu (25/2).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *