Selasa , 16 Juni 2026

Tidak Hanya Sekedar Kobaran Api Unggun, Tapi Simbol Semangat Jaga Alam Riau

Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, SIK, MH,M.Hum tutup Jambore Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2025 Ahad (27/4/2025)

Gubri dan Kapolda Riau Tutup Jambore Karhutla 2025 Ria

SIAK (pekanbarupos.co)- Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, SIK, MH,M.Hum tutup Jambore Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2025 Ahad (27/4/2025) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari mulia Jumat 25-27 April 2925 tersebut, meberikan edukasi dan semangat luar biasa pada seluruh kalangan masyarakat dari berbagai pihak. Terutama pihak masyarakat peduli lingkungan.

Sebelum penutupan, Jambore Karhutla Riau 2025 ini, sebelumnya diawali dengan rangkaian pelaksanaan kegiatan malam api unggun yang juga diikuti ratusan peserta Jambore Karhutla. Termasuk Gubernur dan Kapokda Riau, di mana kobaran api unggun tersebut tidak hanya menjadi lambang seremonial namun melambangkan kobaran semangat dan menyatukan tekad untuk menjaga alam, hutan dan mencegah kebakaran lahan yang sering terjadi dan menjadi ancaman di provinsi Riau.

Kobaran Api unggun Jambore Karhutla 2025 Riau, juga sebagai simbol kobaran semangat persatuan seluruh pihak menjaga alam Riau. Hal itu, sesuai dengan tema kegiatan yang bertema “Bersatu Jaga Alam”.

Gubernur Riau, mengaku sangat terharu dengan kegiatan Jambore Karhutla 2925 Riau ini. Terutama dengan semangat seluruh pihak yang begitu kompak dan bersatu antar sama lain.

Kegiatan ini memang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Riau. Namun, kegiatan ini mampu mengajak semua kalangan memahami bahaya kebakaran hutan dan lahan, serta pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Artinya bukan hanya kegiatan seremonial tetapi juga sebagai bentuk edukasi yang bisa menjadi inspirasi semua masyarakat salam menjaga alam.

Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Apa lagi diikuti oleh para generasi muda di Riau ” katanya.

Abdul Wahid, juga mengharapkan apa yang telah diperoleh selama kegiatan Jambore ini menjadi pelajaran yang besar dan terus disebarkan pada masyarakat maupun daerah lainnya.

“Kegiatan Jambore ini diikuti sebanyak 500 peserta dari berbagai kalangan di 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi pelaksanaan kegiatan yang merupakan hasil kerjasama dan koordinasi peserta, komunitas yang baik dari seluruh stakeholder yang ada di Provinsi Riau.
Mudah-mudahan apa yang kita niatkan terwujud dengan maksimalkan,” tuturnya.

Sementara Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan, jika kegiatan Jambore Karhutla Riau 2924 Riau merupakan simbol kekompakan seluruh elemen masyarakat dan aparat dalam mewujudkan Riau yang bebas dari bencana Karhutla.

Sehingga kedepan bisa diterapkan dengan baik dan tidak hanya semangat pada hari ini. Dan ini adalah titik nol untuk bergandengan tangan bersama-sama mengatasi Riau bebas karhutla.

“Ini Titik Nol untuk Bersama Wujudkan Riau Bebas Karhutla” katanya.

Kegiatan ini tambahnya, juga sebagai komitmen kepolisian bersama Forkopimda dan gerakan Pramuka dalam memperkuat upaya pencegahan karhutla di daerah.

“Kami ingin membangun kesadaran sejak dini. Melalui jambore ini, kita tanamkan bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama, dan generasi muda harus menjadi pelopor.

Jambore Karhutla 2025 menjadi ajang edukasi dan konsolidasi lintas sektor dalam memperkuat sinergi menjaga kelestarian lingkungan. Dari Riau, semangat menjaga bumi kini menyala lebih terang,” tutupnya.(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *