Kamis , 25 Juni 2026
Brosur paket perjalanan umrah pena tour berikut struktur kepengurusan cabang Rokan Hulu

Jemaah Umroh Rokan Hulu Kecewa, Rute Perjalanan Tidak Sesuai Kesepakatan

Brosur paket perjalanan umrah pena tour berikut struktur kepengurusan cabang Rokan Hulu

 

ROKAN HULU (pekanbarupos.co) — Tidak seperti kebanyakan masyarakat yang bersuka cita setelah pulang dari tanah suci, namun sejumlah jamaah umrah asal kabupaten Rokan Hulu sebaliknya. Mereka terlihat kecewa sesampainya di tanah air.

Hal ini tidak terlepas dari banyaknya masalah yang terjadi selama proses keberangkatan ke Mekkah. Hasil investigasi yang dilakukan wartawan kepada seorang jamaah berinisial ZS yang beralamat di Desa Pematang Tebi, Ujung Batu menyebutkan terdapat 71 rombongan jamaah ikut dalam proses keberangkatan ke tanah suci untuk melaksanakan paket tour umrah.

Berdasarkan hasil liputan kami, rombongan ini memilih PT Penata Rihlah sebagai perusahaan yang menaungi biro travel atau yang lebih dikenal dengan nama Pena Tour. Sesuai brosur mereka menyediakan sebuah program paket tour umrah yang sedianya dijadwalkan selama 12 hari, dengan pembagian 2 hari perjalanan pergi-pulang dan 10 hari ibadah yang dilakukan di Mekkah dan Madinah dengan biaya sekitar Rp30 jutaan.

Namun sayangnya, jangankan bisa fokus melaksanakan ibadah di tanah suci, para jemaah tersebut dibawa hiling hiling dengan alasan city tour yang notabene tidak masuk dalam program paket tour umrah yang disepakati dengan biro travel tersebut.

“Kami hanya ikut saja, setiap kali kami tanya pihak travel hanya menjawab dengan kalimat sabar saja nanti kita akan sampai di Mekkah,” sebut NP wanita paruh baya asal kecamatan Tandun yang dimintai keterangannya.

Dari informasi yang kami dapatkan ternyata banyak jamaah yang merasakan hal serupa. Dari keterangan ZS, beliau menceritakan kronologis secara detail proses keberangkatan dari tempat asal.

“Jadi dari Ujung Batu kami berangkat ke Pekanbaru, lalu ke Jakarta. Sampai di Jakarta kami mulai curiga karena sempat menginap selama 4 hari disana. Dan masih menurut keterangannya dengan dalih city tour kami dibawa ke beberapa mesjid besar yang ada di Jakarta.

Kejanggalan yang dirasakan para jamaah tidak sampai di situ saja, dari Jakarta para jamaah yang berharap langsung diberangkatkan ke tanah suci, mendapati kekecewaan lagi.

Alih alih pergi ke tanah suci para jamaah malah diberangkatkan ke Kuala lumpur, dan lebih parah nya lagi pengakuan sebagian jemaah mereka ditempatkan di home stay atau yang dalam bahasa keseharian disebut rumah singgah.

Para jamaah tersebut sempat bermalam di sana, keesokan hari nya para jamaah langsung dipindahkan ke tempat penginapan. Mereka menunggu tanpa ada penjelasan yang pasti dari pihak travel.

Masih menurut keterangan ZS, setelah menunggu selama lima hari, tanggal 11 Oktober 2022 para jamaah baru diberangkatkan ke Jeddah dengan terlebih dahulu transit di Kuwait.

Dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah,jamaah langsung berangkat ke Madinah. Setelah melaksanakan rukun ibadah selama 4 hari di sana, para jamaah langsung pergi ke Mekkah.

Disini jamaah hanya diberikan waktu beribadah selama 2 hari, sebelum pada dini hari waktu setempat para jamaah diinstruksikan oleh pihak biro travel untuk bersiap-siap segera pulang ke tanah air.

Selama berada di tanah suci pun para jamaah merasa kecewa dengan fasilitas yang diberikan pihak travel. Sebagai contoh adanya perbedaan jarak tempat menginap jamaah dengan Ka’bah, sehingga ada jamaah yang harus menggunakan kursi roda karena tempat penginapan yang jauh dari Ka’bah dan itu masih harus dikenakan tambahan biaya lagi.

Pihak manajemen Pena tour lewat Jamaluddin SE SH sebagai Kepala Cabang Riau dan Husni Zein sebagai Kabag Keuangan seakan enggan memberikan konfirmasi lebih lanjut kepada awak media.

Menurut mereka keterangan dari sumber yang kami dapatkan tidak sesuai dengan kenyataan. “Keterangan sumber abang salah dan tidak sesuai kenyataan,” ungkapnya. Kalau mau ditayangkan ya sudah, kita buat bantahan nanti, katanya.

Terakhir para jamaah berharap ada upaya dari pihak travel untuk mengembalikan sebagian dana jamaah karena paket perjalanan yang tidak sesuai. Lewat media NP berharap agar ada ganti rugi dari pihak pena tour.

“Saya mengharapkan ada ganti rugi dari pena tour terkait ibadah kami di tanah suci yang harusnya 10 hari menjadi 6 hari dan semoga tidak ada jamaah lain lagi merasakan hal yang sama dengan kami,” tutupnya. (bal)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *