Jumat , 3 Juli 2026
Seorang warga Kampung Pangkalan Kulim Desa Gendoang Kecamatan Pangkalan Lesung, hanya bisa melihat kondisi jalan rusak parah.

Memprihatinkan, Akses Jalan ke Pangkalan Kulim Rusak Parah

PANGKALANLESUNG (pekanbarupos.co) — Akses jalan menuju Dusun Pangkalan Kulim Desa Gendoang Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan rusak parah. Kondisi jalan berlumpur, jangankan kendaraan, untuk pejalan kaki sulit melintasinya.

“Padahal jalan iko merupakan akses klue masuk masyarakat, namun kondisinyo sangat memprihatinkan rusak parah,”ungkap Dedi kepada media ini, Senin (17/4/2023).

“Jalan kaki saja sulit, apo lagi naik sepedamotor. Iyo sebotol parah,”imbuh Dedi menggambar kondisi jalan dengan panjang kurang lebih 2 kilometer itu dalam kondisi sulit dilewati, baik jalan kaki maupun menggunakan kendaraan.

Kondisi parah berat ini lanjut warga asal Bagan Laguh Bunut yang memiliki isteri warga Kampung Pangkalan Kulim menambahkan, sudah berlangsung lebih kurang 5 bulan. “Sejak curah hujan tinggi, dampaknya yo jalan kami beginilah kondisinya,”kata Dedi.

Diakuinya, warga tidak berpangku tangan dengan akses yang sulit dilalui tersebut. Kadang, warga pun melaksanakan gotong royong. Namun, karena berbagai keterbatasan, apalagi jalan cukup panjang, 2 kilometer, maka kondisi tetap parah.

Menurut Dedi, akses jalan tersebut merupakan jalan utama yang digunakan masyarakat menuju desa juga kota kecamatan, Pangkalan Lesung. “Status jalan ini sebenarnya memang milik perusahaan (PT Sari Lembah Subur, red), namun menjadi akses masyarakat untuk berbagai keperluan keluar masuk kampung,”ujarnya.

Ironisnya, meski jalan tersebut milik perusahaan dan perusahaan perkebunan sawit ini berdampingan dengan masyarakat kampung, namun dinilai belum mendapat tanggapan serius soal perbaikan jalan.

“Keinginan masyarakat minta tolonglah jalan ini diperbaiki agar bisa dilewati dengan baik. Apalagi, warga memang belum ada jalan desa menuju desa induk. Selain itu memang, karena antara perusahaan dan masyarakat saling membutuhkan,”harapnya sambil menyebutkan dalam hal ini masyarakat tidak sepenuhnya mempermasalahkan kepedulian perusahaan, karena itu memang merupakan kebijakan perusahaan untuk membantu atau tidak.

Namun, karena berdampingan dengan masyarakat harapan warga tetap berharap bantuan dari perusahaan perkebunan sawit tersebut.

“Kalau pun perusahaan sewaktu-waktu mau menutup akses jalan ke Pangkalan Kulim, warga pun tidak berbuat banyak dan hanya bisa gigit jari saja, “papar Dedi lagi.

Selain ke pihak perusahaan, disampaikan Dedi, warga juga berharap solusi dari Pemkab Pelalawan.”Nanti kalau perusahaan tutup lah misalkan, jadi warga harap ada solusi dari Pemkab Pelalawan agar akses jalan warga tetap lancar dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Selama belum ditutup kepada perusahaan dan Pemda warga harap diperbaiki. Kampung isteri ini jauh sudah ada duluan dari keberadaan perusahaan,”pungkasnya.(amr)

Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Selasa (18/4).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *