Sabtu , 27 Juni 2026
Bupati Bengkalis dan sejumlah pejabat saat membuka festival lampu colok tahun 2023 di Desa Pangkalan Jambi.

Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok Tahun 2023

BENGKALIS (pekanbarupos.co) — Bupati Bengkalis Kasmarni minta budaya tanpa benda yang sudah  menjadi agenda setiap tahunnya tetap dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Bengkalis dan kegiatan lampu colok ini hendaknya  memacu masyarakat dalam hal gorong-royong.
“Festival lampu colok ini kami harapkan dapat menjadi wisata budaya dan tetap dilestarikan oleh masyarakat ya g ada di Kabupaten Bengkalis,” ujar Bupati Bengkalis ketika membuka festival lampu colok di Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu, Senin (17/4/2023) malam.
Bupati juga berharap kepada Pemerintah Provinsi Riau hendaknya juga melestarikan lampu colok dengan mengadakan perlombaan di setiap Kabupaten/kota yang ada.
“Kita juga berharap kepada Provinsi Riau mengadakan perlombaan lampu colok ini agar mengetahui arti penting dari lampu colok ini agar tetap menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan,” harap Kasmarni.
Kenapa Desa Pangkalan Jambi dipilih sebagai tuan rumah festival colok pada tahun 2023 karena dalam perlombaan sebelumnya Desa Pangkalan Jambi pernah  meraih juara dan hal ini menjadi salah satu acuan dari Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis dan tidak ada unsur politiknya.
“Desa Pangkalan Jambi pernah menjadi juara pertama dalam lomba lampu colok ini dan dipilih menjadi tuan rumah untuk tahun ini, kalau Desa lain ingin menjadi tuan rumah harus juga bisa juara,” kata Kasmarni.
Kasmarni juga meminta kepada peserta lomba dari Desa dan Kelurahan untuk dapat menampilkan miniatur yang  membentuk gambar seperti masjid, mushala atau apapun yang sudah ditentukan dan bisa menjadi juara pada festival pada tahun ini.
Sementara itu KadisBudparpora Kabupaten Bengkalis Edi Sakura mengatakan pada festival colok ini disiapkan hadiah  untuk juara satu Rp15.000.000, juara dua Rp13.000.000 dan juara tiga Rp11.000.000. Untuk harapan satu Rp9.000.00p, harap dua Rp8.000.000 dan harapan tiga Rp7.000.000.
“Festival lampu colok ini dilakukan setiap tahun pada bulan Suci Ramadhan dalam rangka melestarikan budaya yang telah berjalan puluhan tahun yang lalu sebagai ciri khas di Kabupaten Bengkalis,” kata Edi Sakura.
Dalam acara pembukaan tersebut turut hadir Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro, PLT Sekda Bengkalis Ersan Saputra, Kadis Damkar Alfakrurrazy dan pejabat lainnya menyalakan api colok.
Pembukaan ajang festival warisan budaya tak benda tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Kasmarni ditandai dengan penyulutan api perdana lampu colok didampingi anggota DPRD Provinsi Riau Irwandi, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Zuhandi, Forkopimda, Plt. Sekda Bengkalis Ersan Saputra dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah serta Camat se-Kabupaten Bengkalis.
Semarak lampu colok tampak mengundang antusias warga Kabupaten Bengkalis, Bupati Kasmarni dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, berkomitmen untuk melestarikan kearifan lokal lampu colok.
Menurut orang nomor satu di negeri junjungan tersebut, semangat masyarakat dan pemuda kita untuk kembali mengangkat budaya lampu colok ini kepermukaan tentunya perlu kita apresiasi dan kita dukung bersama.
“Menjadi tugas kita bersama seluruh elemen yang ada di daerah ini, untuk terus melestarikan serta menghidupkan tradisi budaya lokal zaman berzaman ini, agar kearifan lokal yang memiliki kekhasan dan keunikan ini, dapat membuat warga Kabupaten Bengkalis yang saat ini berada di perantauan, rindu untuk pulang berhari raya di kampung halaman, serta dapat menarik kunjungan wisatawan,” pungkas Kasmarni.
Tak tanggung- tanggung, Kanjeng Mas Tumenggung Kasmarni Purbaningtyas juga berharap semoga festival lampu colok ini, akan menjadi kalender wisata religi baru, di tingkat Provinsi Riau bahkan ditingkat nasional.
“Kami butuh dukungan dari semua pihak, khususnya generasi milenial Kabupaten Bengkalis. Gerakkan jari-jari kreatifitas anda semua melalui handphone maupun gadget guna mengabadikan setiap miniatur dan keindahan festival lampu colok ini, untuk selanjutnya anda postingkan di setiap media sosial yang anda miliki, agar festival lampu colok kita ini bisa bertebaran didunia maya, sehingga dapat terlihat dan terinformasikan ke seluruh belahan dunia,” ajak Bukkas menyemangati.(mat)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Jumat (28/4).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *