PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Di tengah denyut ibu kota Kabupaten Pelalawan, harapan warga Pangkalan Kerinci kembali menggantung. Jalan koridor yang membelah kota belum juga tuntas dibeton, sementara janji demi janji terus berulang tanpa kepastian.
Desakan warga terhadap kelanjutan pembangunan jalan koridor milik PT RAPP kian menguat. Jalan yang menghubungkan KM I hingga ke Langgam itu dinilai tak lagi layak dibiarkan dalam kondisi berdebu dan berlumpur, terlebih posisinya berada di pusat aktivitas masyarakat.
Sebelumnya, Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pihak perusahaan, Forum RT/RW, dan DPRD Pelalawan telah digelar. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret. Bahkan, rencana pertemuan lanjutan yang semula diharapkan segera terlaksana, justru dikabarkan baru akan digelar satu bulan ke depan.
Di lapangan, kesabaran warga mulai menipis.
“Kalau tak ada progres juga, kami akan melakukan aksi,” tegas salah seorang warga KM 5 Pangkalan Kerinci, Sabtu (11/4/2026).
Warga menilai, kondisi ini tidak seharusnya terjadi di pusat ibu kota kabupaten. Apalagi, jalan tersebut menjadi salah urat nadi mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi harian.
Di sisi lain, Pemerintah Daerah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pembangunan karena status jalan merupakan milik perusahaan. Hal ini membuat harapan warga sepenuhnya bergantung pada komitmen pihak perusahaan.
Camat Pangkalan Kerinci, Junaidi,S. Pd, M. Ling, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa komunikasi masih terus berjalan, namun belum ada keputusan final.
“Masih menunggu top manajemen. Semalam baru silaturahmi awal bersama lurah, forum RT, dan tokoh masyarakat, membahas rencana rigid atau semenisasi jalan Langgam KM 5 sampai KM 7,” ujarnya.(amr)
Pekanbaru Pos Riau