Kamis , 7 Mei 2026
Oplus_131072

Viral, Sopir Ambulans ‘Semprot’ Petugas Dishub: “Pakai Hati, Pak, Orang Sakit Tertahan Macet!”

PEKANBARU(pekanbarupos.co)– Sebuah video amatir yang merekam kemarahan seorang sopir ambulans di pos Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Tenayan Raya di KM 24 Tenayan Raya, Pekanbaru, mendadak viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan kekecewaan mendalam sang sopir terhadap petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang dinilai abai dan tidak tanggap saat terjadi kemacetan parah di dekat Jembatan Timbang Tenayan, Kamis (7/6/2026).

Dalam video berdurasi sekitar dua menit tersebut, terlihat antrean panjang kendaraan mulai dari truk bermuatan besar hingga kendaraan pribadi yang memenuhi badan jalan.

Kemacetan ini dilaporkan terjadi di Jalan Lintas Timur jalur lintas Pelalawan menuju Pekanbaru. Atau dekat perbatasan Pelalawan-Pekanbaru.

Saking parahnya kemacetan, ambulans yang sedang membawa pasien dalam kondisi darurat tidak mampu bergerak maju. Sopir ambulans yang merasa waktu sangat berharga bagi nyawa pasiennya, akhirnya turun dari mobil dan mendatangi pos petugas.

Dialog panas seakan berbalas pantun tak bisa dielakkan. Sopir ambulans yang belakangan diketahui Dedi Azwandi langsung meluapkan kekesalannya kepada beberapa petugas yang terlihat hanya duduk-duduk di pos penjagaan tanpa melakukan pengaturan lalu lintas secara aktif.

“Bang, dibantulah macet di sana. Kasihan ambulans pun tertahan,” seru sang sopir dengan nada tinggi.

Meski sudah diingatkan, petugas tampak memberikan jawaban yang terkesan mengelak dengan alasan bukan wewenang atau tugas mereka di titik tertentu. Namun, sang sopir terus mendesak.

“Abang kan petugas, tolonglah ke sana sebentar. Jangan cuma nungguin ini saja (timbangan). Pakai hati sedikit, Bang. Ambulans di sana, orang sakit itu terkendala,” lanjutnya dengan penuh emosi.

Sopir tersebut juga menyayangkan sikap petugas yang dinilai lebih mementingkan urusan administrasi atau PAD (Pendapatan Asli Daerah) daripada kelancaran arus lalu lintas bagi kendaraan darurat.

“Jangan cuma ngejar PAD, jalan macet. Abang petugas, bisa tolong ke sana sebentar, ini masih kawasan sini loh, ” tegasnya.

Kekecewaan sang sopir semakin memuncak ketika ia menyebutkan bahwa ada dua unit ambulans yang akhirnya harus memutar balik karena jalanan benar-benar terkunci dan tidak ada upaya dari petugas untuk membuka jalur.

“Kawan di situ balik, ada dua buah ambulans. Satu lewat tadi, kami masuk dan sekarang macet total sampai perbatasan. Tolonglah, Pak, tengok pakai hati, ”ujarnya sebelum kembali ke kendaraannya.

Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah memicu gelombang kritik dari netizen. Banyak yang menyayangkan kurangnya koordinasi dan rasa empati dari petugas di lapangan, terutama saat berhadapan dengan kendaraan prioritas seperti ambulans.

Masyarakat berharap pihak terkait, khususnya Dishub Provinsi Riau, segera mengevaluasi kinerja personel di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Bahkan sang sopir yang diketahui sebagai Ketua Rumah Relawan Dhuafa (RRD) Kabupaten Pelalawan juga melaporkan hal itu kepada salah seorang anggota DPRD Propinsi Riau H Abdullah, S.Pd untuk mencarikan solusi masalah tersebut.

“Dinas Perhubungan Provinsi Riau katanya bukan tugas ya, panggil pak baik nya Dinas ini, jangan uang dari timbangan aja diambil, tapi ini yang terjadi. Tolong pak Abdullah,”tulis Dedi sopir ambulans.

Sampai berita ini dirilis pihak Dishub Riau belum berhasil dihubungi.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *