Kamis , 25 Juni 2026
Palang nama proyek rigid dihampar tanah urugan jadi pemicu jalan licin dan berleak.

Gegara Tanah Urugan, Jalan Elak Airmolek Malah Berleak

Gegara Tanah Urugan, Jalan Elak Airmolek Malah Berleak.

INHU (pekanbarupos.co) — Kuat dugaan salah satu pemicu jalan alternatif atau kerap disebut jalan Elak di Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) semakin berleak dimusin hujan karena tanah Urugan yang dipakai tidak pakai tanah murni.

Sebab menurut warga sekitar, tanah Urugan yang dihampar terdiri dari tanah merah dan kerikil halus yang didatangkan dari Sungai Parit lalu diaduk sebelum dihampar ke bahu jalan.

Proses ini diharapkan agar tempat yang diurug mempunyai bentuk dan ketinggian yang sesuai dengan keinginan sebelum tahapan agregat dan cor beton (Rigid).

Sayangnya karena tanah Urugan yang dipakai tidak pakai Tanah Murni dengan
tekstur tanahnya berupa butiran-butiran mengakibatkan jalan semakin licin dan berleak.

Pemilik perusahaan membenarkan Tanah Urugan adalah bahagian dari besaran teknis (bestek) proyek. “Untuk meratakan jalan yang rusak, ditimbun urugan pilihan, setelah padat, baru di aggregat base B, siap ini baru dilanjutkan Rigid beton,” Sutopo.

Sayangnya, sesaat setelah dihampar tanah Urugan proyek tersebut diguyur hujan. “Pada saat kami mulai kerja belum hujan, setelah kami hampar urugan pilihan, turun hujan, sehingga berleak, km stop kerja dan menunggu cuaca bagus baru kerja lagi,” sambung Sutopo.

Sutopo sendiri tidak mengomentari pertimbangan teknis proyek Rigid 1 kilometer tidak keseluruhan ditimbun tanah Urugan. “Pak kami tidak bisa berargumen timbunan yang spot-spot,” elaknya.

Sebelumnya pengawas pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang kawasan permukiman dan pertanahan provinsi Riau, Suharman, Sabtu (8/5/23) membenarkan Tanah Urugan pilihan bahagian dari kontrak.

Proyek tersebut bersumber dari APBD Riau tahun 2023 sebesar Rp 9 Miliar lebih dengan jenis pekerjaan peningkatan kapasitas struktur jalan Batu Gajah – Sei Karas kepada rekanan, PT Inti Indokomp dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender.

“Memang ada anah Urugan pilihan, di spot-spot,” jawab Suharman. “Kenapa dispot-spot, tidak keseluruhan,” cerca Pekanbaru Pos, “Maaf itu rahasia,” elak Suharman.

Terkait proyek Rigid, warga sekitar berpendapat ada perbedaan tahapan kerja proyek Rigid tahun kemarin oleh rekanan yang lain dengan proyek Rigid tahun ini oleh PT Inti Indokomp.

“Kalau Rigid yang diatas itu tidak ada timbunan Tanah Urugan, tapi langsung dihampar Base B. Dan menurut saya proyek itu sampai sekarang sangat bagus, rata tidak bergelombang,” urai warga berharap kualitas Rigid jangan sampai kalah kualitas dengan proyek Rigid tahun lalu. (san)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *