PEKANBARU (pekanbarupos.co)-Komitmen menghadirkan layanan kas hingga ke pelosok daerah kembali diperkuat melalui pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026.
Program tersebut menjadi langkah strategis Bank Indonesia (BI) itu untuk memastikan masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam memastikan ketersediaan uang rupiah di seluruh wilayah Provinsi Riau, khususnya daerah 3T.
Kegiatan ini juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia.
“Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun 2026 ini merupakan bentuk nyata dan komitmen kita bersama untuk memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah cukup serta pecahan sesuai dalam kondisi yang layak edar di seluruh daerah Indonesia khususnya wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) di Provinsi Riau,” ujar SF, Senin (20/7/2026).
Dipaparkan SF, karakteristik geografis Provinsi Riau yang memiliki banyak pulau menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian uang rupiah. Karena itu, diperlukan upaya khusus agar seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan yang sama.
“Riau memiliki banyak pulau yang tersebar dan sulit dijangkau seperti Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Mendol, Pulau Guntung, dan Pulau Tebing Tinggi. Wilayah-wilayah ini tentu memerlukan perhatian khusus agar masyarakat tetap mendapatkan hak yang sama dalam penggunaan alat pembayaran yang sah yaitu rupiah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Panji Achmad menjelaskan, pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya berorientasi pada distribusi uang layak edar.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kedaulatan negara melalui kehadiran rupiah hingga ke wilayah perbatasan dan kepulauan.
“Kegiatan ekspedisi rupiah berdaulat ini tidak hanya membuat visi logistik tetapi juga mengemban amanah untuk memperkuat kedaulatan negara melalui penguatan peran rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap masyarakat di wilayah 3T semakin merasakan kehadiran negara dan semakin mencintai serta menggunakan rupiah dalam seluruh transaksi ekonomi sehari-hari,” kata Panji.
Diakui Panji, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh pihak. Sinergi antara pemerintah daerah, BI, TNI/Polri, pemerintah kabupaten/kota, hingga instansi terkait menjadi faktor penting agar distribusi uang berjalan aman dan tepat sasaran. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga koordinasi selama pelaksanaan ekspedisi.
“Kolaborasi yang baik akan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat. Sehingga, melalui pemberangkatan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026, tentu kita berharap rupiah yang layak edar di wilayah 3T diharapkan tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mempertegas kedaulatan negara hingga ke setiap jengkal wilayah Provinsi Riau,” tutur Panji.(yan)
Pekanbaru Pos Riau