Kamis , 23 Juli 2026
Oplus_131072

Proyek Kabel Bawah Laut 87 Persen, Warga Kuala Kampar Harap Janji Listrik 24 Jam Segera Terwujud

KUALAKAMPAR(pekanbarupos.co)-Penantian panjang masyarakat Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, terhadap hadirnya listrik 24 jam kembali berlanjut.

Harapan yang sempat dijanjikan terwujud sebelum Hari Raya Idul Adha 2026 hingga kini belum menjadi kenyataan.

Sementara itu pengerjaan proyek kabel bawah laut Sokoi Kecamatan Teluk Meranti ke Pulau Mendol Kecamatan Kuala Kampar mencapai 87 persen.

Ahmad (35) bersama sejumlah warga, Kamis (23/7/2026), mengungkapkan bahwa proyek pemasangan kabel bawah laut yang menghubungkan Sokoi dengan Pulau Mendol sepanjang sekitar 3 kilometer hingga kini belum selesai.

Dari bibir pantai menuju gardu, kabel diperkirakan masih harus ditanam sekitar 1 kilometer dengan kedalaman sekitar 2 meter sebelum tersambung ke jaringan.

“Warga tetap berharap, meski episode demi episode penantian belum juga berakhir,” ungkapnya.

Hingga kini, masyarakat masih bergantung pada listrik yang hanya menyala mulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Bahkan, menurut warga, tidak jarang penyalaan listrik terlambat sehingga aktivitas masyarakat kembali terganggu.

Puluhan tahun hidup dengan keterbatasan listrik membuat suara mesin genset menjadi pemandangan dan suara yang akrab di permukiman.

Warga berharap masa itu segera berakhir, sehingga rumah-rumah tidak lagi dipenuhi deru genset ketika listrik padam mendadak.

Masyarakat juga berharap proyek yang dikerjakan oleh BUMN tersebut benar-benar mengutamakan kepentingan warga dan tidak dijadikan komoditas politik oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan.

Mereka menginginkan satu hal yang sederhana namun sangat berarti, yakni menikmati listrik yang menyala selama 24 jam sebagaimana daerah lain.

“Kami hanya ingin merasakan listrik yang normal seperti masyarakat di tempat lain. Janjinya sebelum Lebaran Haji selesai, tetapi sampai sekarang belum terlihat. Kami juga tidak tahu harus mengadu kepada siapa,” kata salah seorang warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Manager PLN ULP Pangkalan Kerinci, Eykel Boy Suranta Ginting, menjelaskan bahwa progres pembangunan proyek kabel bawah laut saat ini telah mencapai sekitar 87 persen.

Menurutnya, target penyelesaian pekerjaan diperkirakan pada awal September 2026. Namun, setelah pekerjaan fisik selesai, masih ada tahapan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan proses pengoperasian sebelum listrik dapat disalurkan kepada masyarakat.

“Kami menargetkan tidak sampai tahun depan. Kalau seluruh proses administrasi dan teknis berjalan lancar, tentu pengoperasiannya juga bisa lebih cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar dalam pengerjaan proyek adalah kondisi alam di lokasi. Arus laut yang cukup kuat beberapa kali memaksa tim menghentikan pekerjaan demi keselamatan. Setelah kondisi arus kembali normal, pengerjaan kembali dilanjutkan.

PLN juga memastikan kabel bawah laut dipasang dengan cara ditanam di dasar laut. Selanjutnya jaringan akan diteruskan menuju PLTD melalui jaringan tiang listrik sebagai titik pertemuan sistem.

“Juga ditanam dalam tanah dan dari pantai ada tiangnya juga,”ungkap Boy.

Kini, masyarakat Kuala Kampar hanya bisa kembali menunggu. Mereka berharap awal September benar-benar menjadi akhir dari penantian panjang, agar cahaya listrik 24 jam akhirnya hadir menerangi Pulau Mendol dan menjadi jawaban atas harapan yang telah mereka simpan selama bertahun-tahun.

Dengan listrik 24 jam, anak-anak mereka bisa belajar dengan listrik tanpa berkedip, meningkatkan ekonomi masyarakat dan mendukung berbagai fasilitas lainnya serta sejajar dengan daerah lainnya.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *