Sabtu , 19 September 2026

Tembus 842 Kasus Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, DBD Bengkalis Tertinggi Dalam 5 Tahun Terakhir

BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis mencapai 842 kasus sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan. Kecamatan Bengkalis mencatat kasus terbanyak dengan 217 kasus, disusul Mandau 170 kasus dan Bantan 100 kasus. Kasus lainnya tersebar di sejumlah kecamatan.

Meski jumlah kasus masih tinggi, tren penularan mulai menurun. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bengkalis, Irawadi, SKM, MPH mengatakan, kasus sempat mencapai puncak pada minggu ke-32 dengan 79 kasus, kemudian turun menjadi 43 kasus pada minggu ke-35 atau awal September 2026.

“Kasus memang mulai menurun, tetapi kondisi ini bukan alasan untuk lengah. Pencegahan tetap harus dilakukan secara konsisten,” kata Irawadi, Kamis (17/9/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Ermanto, SKM, MKM, menginstruksikan seluruh UPT Puskesmas mempercepat penanganan setiap ditemukan kasus DBD.

Langkah yang dilakukan meliputi penyelidikan epidemiologi (PE), larvasidasi menggunakan Abate di sekitar lokasi kasus, penyemprotan insektisida rumah tangga di rumah pasien, serta fogging fokus jika memenuhi kriteria berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dan penilaian risiko.

“Fogging fokus dilakukan sesuai prosedur apabila memenuhi kriteria berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dan penilaian risiko kasus,” tegas Ermanto.

Irawadi menjelaskan, DBD disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya dengan fogging. Masyarakat diminta aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus.

Upaya tersebut antara lain menguras tempat penampungan air minimal satu kali dalam sepekan, menutup tempat yang dapat menampung air, serta menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan tempat-tempat yang kerap luput dibersihkan, seperti dispenser, belakang kulkas, pot bunga dan ban bekas. Penggunaan lotion antinyamuk, pakaian tertutup, kasa atau kelambu serta pemeliharaan ikan pemakan jentik juga dapat dilakukan sebagai langkah tambahan.

Terkait Abate, Irawadi menyebut ketersediaannya di Puskesmas saat ini terbatas. Masyarakat yang membutuhkan dan mampu membeli secara mandiri dapat memperolehnya melalui toko atau layanan penjualan daring.

“Kita bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing untuk membatasi tempat perkembangbiakan nyamuk ini,” pungkas Irawadi.

Ia juga meminta masyarakat segera membawa anggota keluarga yang mengalami demam mendadak ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal.(Mil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *