KUANSING (pekanbarupos.co) — SMA Taruna Muhammadiyah Riau menggelar pertemuan bersama wali murid Triwulan I Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (17/10/2026).
Pertemuan yang digelar di sekolah tersebut bertujuan memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pihak sekolah dengan orang tua dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pembinaan peserta didik.
Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau Dr Ahdanan SAg MPd mengatakan pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran.
“Sekaligus memantau perkembangan peserta didik, serta membangun lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, disiplin, dan religius,” katanya
Melalui pertemuan tersebut, kata Dr Ahdanan, SMA Taruna Muhammadiyah Riau menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua.
“Komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan antara guru dan wali murid diharapkan dapat membantu mengidentifikasi berbagai perkembangan, tantangan, serta kebutuhan peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun pembinaan kepribadian,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, katanya, SMA Taruna Muhammadiyah Riau terus menguatkan tiga pilar utama pendidikan, yaitu pertama, akademik.
Menurutnya, sekolah berkomitmen meningkatkan kualitas proses pembelajaran, mengembangkan potensi peserta didik, serta mendorong pencapaian prestasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Dukungan dan pengawasan orang tua di rumah menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan belajar yang teratur dan bertanggung jawab,” katanya.
Kedua kata Dr Ahdanan, Karakter dan Disiplin. Sebagai sekolah yang mengedepankan pendidikan ketarunaan, pembentukan karakter dan kedisiplinan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
“Peserta didik dibina agar memiliki sikap tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, kepatuhan terhadap tata tertib, serta kemampuan menghargai orang lain,” katanya.
Terakhir atau ketiga kata Dr Ahdanan, religius. Pendidikan religius menjadi fondasi dalam membentuk peserta didik yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia.
Masih kata Dr Ahdanan, melalui pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta pembiasaan perilaku Islami, sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan, ibadah, kejujuran, kesantunan, dan kepedulian sosial.
“Peran orang tua dalam memberikan keteladanan di lingkungan keluarga sangat diperlukan agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara konsisten,” harapnya.
Ia berharap SMA Taruna Muhammadiyah Riau berharap kerja sama yang semakin erat antara sekolah dan orang tua dapat mewujudkan proses pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Sinergi ini menjadi modal penting untuk membentuk generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, teguh dalam kedisiplinan, serta kokoh dalam nilai-nilai keislaman,” ujarnya.(cil)
Pekanbaru Pos Riau