DURI (pekanbarupos.co) — Lagi-lagi keberadaan bekas galian pasir yang berada di wilayah Kecamatan Bhatin Solapan dan sekitarnya menelan korban.
M Fajri (15) warga Jalan Mulia RT 04, RW 08 Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau tewas akibat tenggelam di bekas galian pasir. Korban tewas saat mau mandi di bekas galian pasir tersebut bersama teman-temannya, Ahad (28/5) sekitar pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian Polsek Mandau bahwa kronologis tenggelamnya seorang remaja berawal korban bersama temannya mengajak berenang di bekas kolam galian pasir yang berada di Jalan Pipa Air Bersih gang Wahyudi RT/RW/01/06 Desa Petani.
Menurut keterangan beberapa teman-temannya ia berada di TKP karena ada ajakan korban untuk berenang bersama-sama. Namun saat kejadian, korban lebih dulu sampai di TKP bersama teman perempuannya. Sementara teman-teman korban masih belum sampai di TKP.
Selang beberapa menit, teman-teman korban sampai di TKP. Melihat hal tersebut, teman perempuan korban yang semula berada di kolam, naik ke atas meninggalkan korban untuk menemui teman-teman yang sudah sampai di TKP sambil membakar sampah. Kemudian, korban pun kembali berenang sendiri.
Tiba-tiba korban berteriak minta tolong, sontak, teman korban langsung menghampiri korban dan memberikan pertolongan untuk memegang tangan korban. Akan tetapi karena tangan korban licin dan akhirnya korban terlepas dan tenggelam dan tidak muncul lagi ke permukaan kolam. melihat hal tersebut, teman korban langsung meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar.
Warga pun berdatangan, tampak juga petugas Damkar juga ikut melakukan pencaharian dengan alat seadanya.
Sekitar pukul 16.47 WIB, jenazah korban berhasil ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa dan langsung di bawa ke RSUD Mandau untuk dilakukan visum. Pukul 17.06 WIB, jenazah korban langsung di jemput oleh pihak keluarga untuk di kebumikan.
Kapolres Bengkalis, AKBP Setyo Bimo melalui Kapolsek Mandau, Kompol Haerul Hidayat ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (29/5) membenarkan adanya korban tenggelam di kolam bekas galian pasir. Melihat adanya kejadian tersebut.
“Saya menegaskan kepada seluruh orang tua maupun warga yang melihat ada anak-anak maupun remaja yang ingin berenang di kolam bekas galian pasir harap ditegur agar kejadian ini tidak terulang kembali,” harapnya. (mat)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Selasa (1/6).
Pekanbaru Pos Riau