Jumat , 26 Juni 2026
Warga Kampung Masjid yang tergabung di Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan saat melakukan sosialisasi balap liar di Jalan Jenderal Sudirman Bagan Batu kota. met

Balap Liar Marak, Warga Kampung Masjid Lakukan Sosialisasi dan Sweeping

Warga saat mensweping motor balap liar.

BAGANBATU (pekanbarupos.co) — Maraknya aksi balap liar, Warga Kampung Masjid Kecamatan Bagan Sinembah yang tergabung di Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan ( Simpul) melakukan sosialisasi dan sweeeping terhadap diduga pelaku balap liar.

Informasi yang diperoleh dari Ketua Simpul Partahanan Harahap saat dikonfirmasi awak media Posmetro Rohil/ pekanbarupos.co mengatakan aksi sosialisasi dan sweeping penertiban balap liar tersebut dilakukan setiap malam minggu mulai pukul 23.00 wib hingga pukul 01.00 Wib persisnya didepan Masjid Nurul Yaqin.

“Sejak kami pasang spanduk dan adanya  patroli rutin dari Polsek Bagan Sinembah, aksi balap liar sudah mulai berkurang,” jelas Partahanan di Bagan Batu.Senin (14/8)

Meski sudah berkurang, kata Pertahanan, warga tetap melakukan sosialisasi guna mencegah terjadinya aksi balap liar selanjutnya yang dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat. Dan menurut informasi sudah ada beberapa pelaku aksi balap liar yang ditangkap pihak Polsek Bagan Sinembah.

“Dua minggu lalu sudah ada yang ditangkap Polsek Bagan Sinembah, kalau tak salah ada 5 kendaraan yang diangkut kemarin,” ujar Partahanan yang juga selaku ketua Rt 03 Kampung Masjid ini.

Disebutkan Partahanan, sebelumnya lapisan warga masarakat kampung mesjid sudah sangat resah dan terganggu soal balap liar ini. Maka dari itu warga  bergerak memasang spanduk larangan aksi balap liar dan membantu petugas aparat kepolisian untuk memberantas balap liar yang ada di kampung mesjid ini.

“Sebelumnya kami juga sudah buat laporan ke  Polsek Bagan Sinembah dan kami akan bertindak lebih tegas lagi kalau sosialisasi kami ini tidak di indahkan maka kami akan menangkap sepeda motor mereka dan akan mengantarnya ke kantor polsek untuk ditindak lanjuti, terutama sepera motor yang kenalpot blong,” tegasnya.

Aksi warga itu sempat diunggah dalam bentuk video di sosial media Facebook dan mendapat berbagai tanggapan netizen. Dari komentar, banyak netizen yang mendukung dan seolah-olah tidak ada percaya terhadap pihak kepolisian. “Mantap bagus ini karena polisi nggak bisa diharapkan,” tulis akun Benny Mar dalam kolom komentar.

Video reel yang diunggah akun Zahra Aulia Aulia itu para tokoh agama dan masyarakat terlihat memang berniat untuk melakukan sweeping dengan menggelar tikar di trotoar depan mesjid tersebut.

Beberapa sepeda motor tampak diberhentikan lalu dipersilahkan melanjutkan perjalanan. Terlihat juga masyarakat di lokasi itu membawa kayu broti. Belum diketahui digunakan untuk apa.

Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Jhon Firdaus dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Senin (14/8/2023) mengucapkan terimakasih atas informasi tersebut dan pihaknya akan tetap melaksanakan tugas-tugas kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya balap liar.

“Terimakasih informasinya dan kami tetap melaksanakan tugas-tugas kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya balap liar,” pungkasnya.

Namun, aksi balap liar di Wilayah Hukum Polsek Bagan Sinembah sekarang dilakukan di wilayah Jalan Lintas Sumatera KM 6 Simpang Pujud Kepenghuluan Bahtera Makmur Kota Kecamatan Bagan Sinembah.

Hal itu sempat dikeluhkan netizen akun Sri Kurnia di salah satu grup di Facebook. Dirinya menanyakan keberadaan patroli balap liar, pasalnya ada balap liar di wilayah Simpang Pujud dan meminta untuk dikendalikan karena sangat menganggu.

“Mana patroli balap liar sedang berlangsung disimpang pujud tolong dikendalikan sangat menggangu 🙏🙏🙏🙏,” tulisnya pada Minggu (13/8/2023) dinihari.

Postingan itu pun mendapat ratusan komentar. Salah satunya akun Gun Ambarita mengomentari bahwa aksi balap liar itu pindah ke wilayah Simpang Pujud karena diusir dari wilayah Kampung Mesjid. Dirinya menyarankan agar masyarakat setempat membuat petisi menolak balap liar.

“Lebih baik masyarakat sekitar aja buat petisi. Tidak setuju dengan kegiatan balap liar. Mereka pindah kesana karena dibagan batu kp.mesjid masyarakatnya sudah membuat kecaman kepada kegiatan yg sudah meresahkan itu,” tulisnya.(met)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *