Kamis , 25 Juni 2026

Warga PRP Inhu Berharap Galian Pipa Air PDAM Dievaluasi 

Warga PRP Inhu berharap galian pipa air PDAM dievaluasi kembali.

Proyek Saluran Air PDAM Tirta Indra Milik PUPR Inhu Diminta Tinjau Ulang.

INHU (pekanbarupos.co) — Warga perumahan pematangreba permai (PRP) Keluaran Pematangreba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berharap proyek jaringan air bersih milik PDAM Tirta Indra, ditinjau ulang.

Pasalnya proyek dari Dinas PUPR Pemkab Inhu ini diduga asal jadi bahkan pengerjaan pemasangan pipa kerumah calon pelanggan PDAM di PRP tidak melihat efek kerusakan yang di timbulkan.

“Harapan kami proyek ini harus ditunjau ulang,” pinta warga perumahan PRP, Damanik, Minggu (22/1/23) di Pematangreba.

Eks wartawan ini kembali mengurai kondisi galian pipa air PDAM di sepanjang bahu jalan lintas Pematangreba – Rengat menuju perumahan PRP dikerjakan asal jadi mengingat masa pelaksanaan sebagaimana dokumen kontrak sudah mau habis.

“Kabarnya pembiayaan proyeknya dari PUPR Inhu, mencapai 850 juta tapi baru dikerjakan diminggu kedua Desember tahun kemarin, wajar saja proyeknya asal jadi,” sambung Manik.

Parahnya lagi, katanya, pembangunan jaringan pipa PDAM dikawasan perumahan PRP justru merusak sarana prasarana yang sudah dibangun swadaya dan hingga saat ini tak kunjung diperbaiki.

Sebab jalan lingkungan yang dulunya bagus, dicor, tapi sekarang malah hancur digilas alat berat milik rekanan pada saat menggali saluran pipa air dilingkungan perumahan PRP dan jika dimusim hujan jalan lingkungan jadi becek.

“Kalau begini bagaimana kita tidak marah, jalan lingkungan sudah bener malah dirusak, kalau seperti inikan tidak benar,” kecam Manik.

Menurutnya, warga sekitar tetap mendukung semua pembangunan yang dilakukan pemerintah, namun kalau pembangunan itu dilakukan dengan baik dan benar.

Namun sebaliknya, jangan karena mengejar waktu kerja justru menghalalkan segala cara karena hasilnya juga tidak sesuai harapan masyarakat.

Makanya kami berharap pihak PDAM Tirta Indra sebelum serah terima proyek dari Dinas PUPR hendaknya melakukan evaluasi, termasuk kinerja kontraktor yang menurut saya kurang profesional dalam mengerjakan tangungjawab nya,” tegas warga.

Terkait keluhan warga, Pekanbaru berulang kali mencoba klarifikasi lewat seluler kepada Dinas PUPR Pemkab Inhu melalui Kabid Cipta Karya, Eko Agus Siswanto, tak kunjung respon. (san)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *