Rabu , 24 Juni 2026

Diduga Stres Penyakit Menahun, IRT Akhiri Hidup

Unit Reskrim polsek Bagan Sinembah dan Petugas Kesehatan Puskesmas Bagan Batu saat melakukan evakuasi dan visum et repertum korban.met

BAGANBATU (pekanbarupos.co) — Diduga Stress akibat penyakit yang diderita tak.kunjung sembuh, seorang  Ibu rumah tangga ( IRT)di Jalan Perjuangan Bagan Batu Kota bernama Jeny Lamri br Situngkir (54) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Berdasarkan data yang diperoleh dari unit reskrim Polsek Bagan Sinembah menyebutkan kasus gantung diri tersebut terjadi pada Selasa (24/1/2023. Mayat gantung diri tersebut ditemukan pertama kali oleh anak kandungnya bernama Yuni Sartika  sekira pukul 07.00 Wib.

Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Jhon Firdaus yang dikonfirmasi melalui Panit I Ipda Edi Purnomo membenarkan adanya penemuan mayat gantung diri tersebut.

“Benar, saat ini sudah dilakukan olah TKP dan visum terhadap korban,” Kata Panit I unit Reskrim Ipda Edi Purnomo.

Dijelaskan Panit I Ipda Edi Purnomo, kronologi penemuan mayat gantung diri itu bermula pada hari Selasa (24/1/2023) sekira pukul 06.30 Wib saksi Yuni Sartika (anak korban) bangun dari tidur untuk persiapan ke sekolah, kemudian melihat kedalam kamar tempat dimana korban tidur, namun tidak ada sehingga mencarinya ke kamar mandi.

Dan saat mencari kearah dapur ditemukan korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan satu helai tali nilon beserta kain selendang yang dikaitkan ke broti/kayu yang ada di asbes rumah.

Menurut informasi saksi dan pihak keluarga dijelaskan bahwa korban selama kurang lebih 1 (satu) bulan dalam masa pengobatan penyakit TBC dan sedang dalam mengkonsumsi obat-obatan sehingga membuat diduga korban tertekan akibat penyakit yang dialaminya.

Selanjutnya pada pukul 07.00 Wib piket Reskrim dan piket SPK Polsek Bagan Sinembah mendapat informasi tentang kejadian tersebut kemudian  bersama-sama dengan tim dari Puskesmas Bagan Batu mendatangi TKP guna melihat keadaan mayat untuk melakukan Visum et repertum.

Dari hasil keterangan dokter Puskesmas Bagan Batu tersebut bahwa mayat atau korban tidak dijumpai tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dijumpai air seni korban pada area celana dalam dan lantai tempat dimana korban tergantung, dijumpai tangan dan kaki dalam keadaan membiru dan dijumpai mayat dalam keadaan kaku.

Dan berdasarkan keterangan para saksi beserta anak kandung korban bahwa korban sudah sering mengeluhkan penyakit yang dideritanya (TBC dan Gula) ditambah sehari-hari banyaknya obat-obatan yang dikonsumsi oleh korban sehingga menyebabkan korban sering merasakan tidak tidur malam kemudian korban juga sering mengatakan bahwa akan melakukan bunuh diri dan tidak sanggup menjalani kehidupannya.

“Setelah dilakukan evakuasi dan visum kemudian pihak keluarga membuat surat penolakan untuk tidak dilakukan outopsi dan tidak menuntut dan memakamkan jenazah sesuai ajaran agama yang dianut,” jelas Edi.(met)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *