
Aliya saat digendong ibu kandungnya Sugiarti usai ditemukan.met
BAGANBATU (pekanbarupos.co) — Belasan jam hilang, Aliya Sahira (2, 3) putri pasangan Riswanto dan Sugiarti yang juga cucu dari ketua RT setempat itu akhirnya ditemukan oleh seorang pemanen kelapa sawit, Rabu (1/3/2023) sekira pukul 11.50 WIB.
Informasi di lokasi, Aliya hilang sejak Selasa (28/2/2023) malam sekira pukul 18.00 Wib. Warga Masyarakat dan Bhabinkamtibmas Briptu Arizki ikut mencari hingga pagi hari.Usai ditemukan warga pun berbondong-bondong di rumahnya Jln Baiturahma RT 009 RW 004 Kepenghuluan Harapan Makmur Selatan (Paket F) Kecamatan Bagan Sinembah Raya Kabupaten Rokan Hilir hanya untuk sekedar melihat kondisi Aliya.
Bidan Desa, Marlina saat ditemui mengatakan bahwa kondisi fisik Aliya dalam keadaan baik-baik saja dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
“Alhamdulillah kondisinya baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda kekerasan,” sebut Marlina.
Sobirin, kerabat orangtua Aliya usai ditemukan mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang sejak kemarin ikut membantu mencari keberadaan Aliya hingga berhasil ditemukan seorang pemanen, Mang Irfan dan Mang Aep.
Kepada wartawan, dia menjelaskan peristiwa itu bermula pada Selasa (28/2/2023) sekira pukul 18.00 WIB petang kemarin, usai dimandikan dan memakai pakaian, Aliya pergi ke rumah neneknya yang hanya berjarak sekitar 50 meter.
Ibunya, Sugiarti pun masih memantau anaknya berjalan sendirian hingga sudah mendekati rumah orangtuanya. Merasa sudah dekat, si ibu kembali masuk ke dalam rumah.
Namun tidak lama kemudian, neneknya Aliya dan cucunya yang lain ke rumahnya menanyakan keberadaan Aliya.
Saat itu juga keluarga mulai mencari keberadaan Aliya hingga beberapa kerabat keluarga membuat postingan di sosial media agar siapa saja yang mengetahui dan mengenali Aliya, untuk segera memberitahukan keluarga.
Pencarian itupun dilakukan hingga pagi hari, tidak hanya disekitar rumah akan tetapi di areal perkebunan transmigrasi juga dilakukan hingga pagi hari.
“Sekitar pukul 04.30 WIB, kami hentikan pencarian karena kondisi cuaca,” sebut Sobirin.
Upaya pencarian itu juga dilakukan oleh bantuan paranormal. Meski tidak logika, Aliya memang ditemukan di areal perkebunan kelapa sawit Porkrop atau lahan yang dulunya dijadikan palawija untuk para Transmigrasi. Apabila diambil lurus, jarak dari rumah dengan tempat ditemukannya Aliya, berjarak sekitar 700an meter.
Ayahnya Aliya, Riswanto saat ditemui dengan terisak mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang ikut membantu mencari hingga anaknya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Saat ditemui di tempat ditemukannya Aliya, Irfan Nulhakim alias Mang Irfan menjelaskan, saat itu dirinya mendengar suara teriakan “Bapak,,,bapak”. Ia sempat mengira suara itu suara monyet atau kera yang memang sering berkeliaran di areal kebun sawit tersebut.
“Tapi kok kayak suara anak-anak, saya pun memberitahu rekan saya, Mang Aep. Kami pun mencari sumber suara dan ternyata benar ada anak kecil,” terang Irfan.
Saat ditemukan, baju yang dikenakan Aliya dalam keadaan basah dan kotor. Aliya ditemukan dalam keadaan tergelatak sambil berguling-guling, mukanya pucat, kedinginan.
Tanpa pikir panjang, Mang Irfan dan Mang Aep langsung membawa Aliya keluar dari lokasi itu.
“Awalnya tidak mengira kalau ini Aliya yang kami cari semalaman, niatnya langsung mau kami bawa ke Puskesmas, tapi ditengah perjalanan kami teringat dan ternyata benar ini adalah Aliya, lalu kami bawa langsung ke rumahnya,” terang Irfan lagi.
Tidak lama setelah ditemukan, Aliya diupah-upah sebagai bentuk rasa syukur. Selain kerabat keluarga, ketua MUI Bagan Sinembah Raya, H Zulfikar, Datin Penghulu (Kepala Desa) ikut mengupah-upah untuk memberi semangat.(met)
Berita lengkapnya baca harian Posmetro Rohil edisi Kamis (3/3).
Aliya saat digendong ibu kandungnya Sugiarti usai ditemukan.met
Pekanbaru Pos Riau