Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Di Jalan”

Korban Yudi Rahman (35) saat ditemukan bersimbah darah diduga terkena egrek sawit.met
BAGANBATU (pekanbarupos.co)- Seorang tukang panen sawit bernama Yudi Rahman (35) alamat Jalur VI Kepenghuluan Suka Maju ( Paket A) Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir ditemukan tewas bersimbah darah dijalan. Rabu (8/3/2023).
Informasi yang diperoleh dari warga Paket A, Korban ditemukan pertama kali oleh anak sekolah SMA dan tukang arit bernama Sujarno di jalan tanah wakaf (Barak Acong) Dusun Bhakti Pasar I Kepenghuluan Bhakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah sekira pukul 15.00 Wib.
Anak sekolah tersebut hendak pulang ke Dusun Bhakti dengan melewati jalan tanah wakaf (Barak Acong) dan setibanya dilokasi siswa tersebut kaget kepalang saat melihat ada orang bersimbah darah ditengah jalan, dan tak lama kemudian ada seorang warga tukang arit bernama Sujarno pun melintas dilokasi tersebut .
Melihat hal itu selanjutnya Sujarno langsung memberitahukan kepada warga dan kemudian warga rame- rame datang kelokasi untuk melihat dan mengevakuasi korban yang selanjutnya membawa korban ke Pustu paket A. Saat itu kondisi leher korban nyaris putus akibat terkena egrek.
“Usai dijahit dan dibersihkan korban langsung di bawa pulang dan di Makamkan, di TPU paket A,” terang Maryanto warga Paket A dan Wak Geng Tulung Agung.
Dijelaskan Wak Geng dan Maryanto, korban diduga mengalami kecelakaan tunggal karena dilokasi ditemukan stik piber tersangkut di pohon kelapa sawit dan egrek berlumuran darah didekat korban bersama speda motornya.
“Kemungkinan saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang dengan mengendarai speda motor dan memanggul stik piber dengan posisi egrek didepan. Dan setiba dilokasi sambungan stik piber di belakang nyangkut di pohon dan secara otomatis egrek ketarik ke belakang dan langsung mengenai leher korban,” tutur Wak Geng dan Maryanto.
Penghulu Suka Maju ( Paket A) H.Thamrin saat dikonfirmasi membenarkan adanya warga Paket A yang terkena egrek usai manen sawit yang diduga akibat kecelakaan tunggal saat dalam perjalanan pulang.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan atas musibah ini,” ujar Penghulu.
Lebih lanjut Penghulu Paket A ini menghimbau dan menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat khususnya para petani dan pemanen sawit agar supaya lebih hati- hati disaat membawa alat panen seperti egrek, parang, dodos dan lainnya
“Kejadian ini supaya diambil hikmahnya saja, tak.perlu dibahas sana sini, namun kedepan supaya kita semua lebih berhati- hati dan waspada saat membawa peralatan panennya,” pesan Penghulu.
Kemudian atas kejadian itu, Pemghulu dan masyarakat Paket A turut menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang menimpa warga dan diharapkan warga paket A dapat mendoakan Almarhum agar diterima disisi Allah SWT.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat menghadapi musibah ini dengan sabar dan tabah,” ungkap Penghulu Suka Maju H.Thamrin.(met)
Berita lengkapnya baca harian Posmetro Rohil edisi Jumat 10/3).
Pekanbaru Pos Riau