Selasa , 18 Agustus 2026

Giliran Ormas Islam Datangi Suzuya Terkait Dugaan Penistaan Agama 

Ormas Islam Ajukan 4 Poin Tuntutan Kepada Managemen Suzuya

Tokoh Agama dan Ormas Islam Bagan Sinembah datangi Suzuya Bagan Batu dan pihak Suzuya saat menyampaikan menyampaikan permohonan maaf.met

BAGANBATU (pekanbarupos.co) – Giliran Suzuya Bagan Batu didatangi sejumlah ormas Islam dan tokoh agama kecamatan Bagan Sinembah pasca buntut dari kegiatan Fashion show yang bertema Muslim Fest 2023.Selasa (21/3)

Sebelumnya Ormas Islam dan tokoh- tokoh agama mendatangi Polsek Bagan Sinembah untuk mengadukan kegiatan Muslim fest 2023 yang dilakukan pihak Suzuya diduga telah melakukan penistaan agama.

Mewakili Ormas Islam lainnya, Ustadz Sayid Khairuddin pada kesempatan itu mengatakan bahwa aksi yang dilakukan di Suzuya ini merupakan salah satu tuntutan umat Islam atas ulah penyelenggara kegiatan  Muslim Fest 2023 yang dilaksanakan pada Minggu (19/3/2023) kemarin.

Ustadz Sayid Khairudin yang juga selaku koordinator Pejuang Subuh Rokan Hilir menyampaikan ada Empat poin tuntutan yang di ajukan oleh para tokoh agama dan ormas Islam terkait kegiatan Suzuya Muslim Fest 2023 yang diduga melakukan penistaan agama. Empat poin tuntutan tersebut  diantaranya.

Pertama Meminta managemen Suzuya menyampaikan Permohonan maaf secara terbuka dihadapan tokoh masyarakat di lokasi dimana acara kemarin digelar agar masyarakat, pengunjung Suzuya dapat mengetahui

Kedua, menuntut management Suzuya meminta maaf secara tertulis di media cetak harian Posmetro Rohil berturut-turut selama 3 hari dan media online yang ada di Kecamatan Bagan Sinembah ini.

Ketiga menuntut management Suzuya Superstore memberikan sanksi administratif terhadap penyelenggara yang diketahui merupakan staf dan karyawan sendiri.

Dan ke Empat meminta pihak Suzuya membuat surat pernyataan tidak akan menyelenggarakan kegiatan seperti ini, baik bertemakan nuansa islami maupun bertema umum yang mengumbar aurat di depan umum yang bertentangan dengan norma agama manapun dan adat istiadat atau budaya suku apa pun.

Sebelumnya, Sayid juga mengatakan bahwa tanpa tema atau embel-embel Muslim, kegiatan mengumbar aurat juga tidak dibenarkan di Kabupaten Rokan Hilir khususnya Kecamatan Bagan Sinembah ini.

“Tanpa background muslim pun, acara yang menampilkan aurat, itu tidak dibenarkan,” ucap Syaid.

Sayid juga menambahkan, persoalan event ini sebenarnya dilakukan di semua Suzuya salah satunya di Rantau Prapat. Namun penampilan yang seperti ini hanya dilakukan di Suzuya Bagan Batu saja.

Manager Suzuya Superstore, Eka Setya didampingi Manager Building Suzuya Bagan Batu Rinto Sinurat dan para staf/karyawan yang menyelenggarakan itupun mengucapkan permohonan maaf di depan para tokoh agama dan tokoh adat yang datang pada acara itu dan bersedia menjalankan tuntutan tersebut.

“Untuk permintaan maaf sejak kemarin sudah kita lakukan di beberapa media online, dan dengan kerendahan hati sekali lagi kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada umat muslim, ulama, ustadz dan masyarakat atas kesalahan kami,” ucap Eka Setya.

Pada kesempatan itu, beberapa tokoh agama yang hadir diberi kesempatan untuk memberikan pendapat, salah satunya Ketua MUI Bagan Sinembah Drs Ahmad Yani yang mengaku sangat kecewa terhadap management Suzuya atas tindakan yang menista agama tersebut.

Meski memaafkan, Ustad Yani terlihat marah kepada pihak Suzuya lantaran dalam waktu beberapa hari belakangan ini telah terjadi dugaan penistaan agama berbentuk komik atau buku yang disebar orang tidak dikenal.

“Namun hal itu dapat kami redam dengan membuat deklarasi damai disaksikan oleh pihak Polda Riau dan Polsek Bagan Sinembah, tapi kalian malah buat seperti ini,” kesal Yani.

Sambungnya” Saya tersinggung betul atas apa yang kalian lakukan, meski begitu atas nama pribadi saya memaafkan dan jangan ulangi lagi hal seperti ini,” ucapnya.

Dari sekumpulan umat muslim terdengar teriakan Takbir, ada juga yang meminta agar pihak Suzuya diproses secara hukum. Namun teriakan itu hanya berlalu begitu saja, yang mana pada intinya apa yang dilakukan Suzuya Bagan Batu sudah dimaafkan.

Pantauan dilokasi pada kesempatan itu tampak hadir Ketua LAMR Bagan Sinembah Samsuhir S.Pd, Ketua MUI Bagan Sinembah Ahmad Yani, pejuang Subuh Bagan Sinembah yang diketuai Ustadz Sayid Khairudin,Pengurus NU,DMI, Ketua LDI Uros, BKPMR, BBH, Pemuda Pancasila dan ormas lainnya. (met)

Berita lengkapnya baca harian Posmetro Rohil edisi Jumat (24/3).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *