PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Seekor hewan langka yang dilindungi, Tapir ditemui sedang berjalan di area Kompleks Kantor Bupati Pelalawan. Penampakan hewan asing ini sempat menghebohkan warga setempat dan mengaitkan dengan beragam prediksi yang akan terjadi di masa mendatang.
Dalam video yang berdurasi 1 menit 35 detik itu disebutkan, satwa yang hampir mirip anak gajah itu ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu (6/5/2023).
Lokasi persis di samping Gedung Daerah Datuk Laksemana Mangkudiraja Jalan Abdul Jalil Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten. Berjarak sekitar 100 meter dari rumah dinas Bupati Pelalawan H Zukri Misran dan kantornya.
“Ini pertanda akan ada pejabat Pelalawan masuk jeruji,”kata Endri Lafran Panen berkomentar di WA Group Suara Pelalawan, Ahad (7/5/2023).
Tentu saja hal ini tidak benar, mengaitkan penampakan hewan langka masuk kota dengan adanya pejabat yang akan dijerat dengan perkara hukum. Tidak logis dan bertentangan dengan kepercayaan Islam.
“Jangan sampai ado pejabat kono cik, sian alah,”kilah Wewen, anggota group lainnya seolah menolak dugaan rekan group yang lain.
“Pertanda hujan deras yung 7 hari 7 malam sodap tidur yung,”papar Jon mengaitkan Tapir di jalan raya dekat perkantoran Bupati Pelalawan dengan akan ada hujan lebat sepekan. Ini, tentunya hanya dugaan belaka.
Ceritanya. Lewat waktu maghrib akhir pekan kemarin. Perekam video bersama sejumlah rekan-rekannya yang mengendarai satu unit mobil melaju di jalan samping Gedung Daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja, samping rumah dinas Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci.
Terdengar percakapan dari dalam mobil agar mengambil video hewan yang bagian belakang berwarna putih laiknya pakai rompi itu. Tak lama, satwa langka itu menyeberang jalan.
“Bisa jadi dari Pramuka (Taman Kota, dekat Kantor Camat Pangkalan Kerinci red) atau dari Tosan (Terusan),”terdengar percakapan perekam dengan temanya di dalam mobil.
Tak hanya Tapir yang menyeberang jalan yang dibatasi median jalan itu. Tapi pengambil video juga ikut memutar kendaraan mereka. Namun, satwa dengan nama ilmiah Tapirus itu tampak terus berjalan hingga samar dan tidak kelihatan lagi.
Wikipedia menyebutkan, Tapir adalah binatang herbivora yang memakan dedaunan muda di sepanjang hutan atau pinggiran sungai. Tapir memiliki bentuk tubuh seperti babi, telinga yang mirip badak dan moncongnya yang panjang mirip trenggiling, sementara lenguhannya lebih mirip suara burung daripada binatang mamalia.
Tapir menjadi salah satu satwa langka dan dilindungi di Indonesia khususnya Pulau Sumatra.
Sejak tahun 2008, IUCN menyatakan bahwa spesies satwa ini terancam punah.
Ternyata tapir tergolong satwa yang pemalu, jika ada hewan ataupun manusia maka mereka akan bersembunyi disemak-semak.
Tidak diketahui persis dari mana asal muasal Tapir yang melenggang di Kompleks Perkantoran Bupati Pelalawan ini. Namun yang jelas kejadian ini memang langka. Apalagi masuk kota yang cukup padat penduduk.(amr)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Senin (8/5).
Pekanbaru Pos Riau