PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Riau mengikuti Pelatihan Literasi Digital Onboarding E-Commerce, Selasa (9/5/2023) di Auditorium Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau.
Kepala OJK Provinsi Riau, Muhammad Lutfi menyebutkan, kegiatan pelatihan literasi digital bagi UMKM di Riau ini diadakan dalam rangka mencapai target KPI Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia/Bangga Berwisata di Indonesia atau Gernas BBI BBWI Provinsi Riau Tahun 2023. Pelatihan diikuti oleh 40 UMKM terpilih dari total 635 UMKM dan dilaksanakan melalui berbagai sesi pelatihan selama beberapa bulan.
“Melalui pelatihan ini diharapkan para pelaku UMKM di Riau dapat mengembangkan usaha,” ujar Lutfi.
Lutfi menyebutkan, selama program Onboarding E-commerce, peserta mendapatkan pelatihan tentang strategi digital marketing untuk UMKM, membuat packaging produk yang menarik, serta meningkatkan penjualan dengan Instagram marketing.
“Harapan kami, setelah mengikuti program literasi digital eCommerce, para peserta dapat memiliki kecakapan dalam berbisnis di platform digital. Sehingga dapat berimbas pada peningkatan nilai penjualan bisnis dan usaha,” kata Lutfi.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi Program Gernas BBI-BBWI diharapkan dapat menciptakan dampak multiplikasi ekonomi, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Serta, mengembangkan industri baru berbasis UMKM/IKM/Artisan di daerah yang berdaya saing nasional maupun internasional.
“Mari kita sama-sama membangkitkan semangat dan kreativitas untuk menggunakan produk dalam negeri dan mendukung produk UMKM sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” ajaknya.
Sementara itu, Pemeriksa Pelaksana Insdustri Perwakilan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau, Indra Mashuri mengapresi peserta pelatihan yang telah terpilih. Menurutnya ada begitu banyak yang mengikuti pelatihan ini, namun tak semuanya punya kesempatan untuk sampai di tahap ini.
Dia pun berpesan agar para peserta bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu sebanyak mungkin dan setelahnya bisa mengaplikasikan ilmu tersebat dalam bisnis yang dijalankan.
“Kami mengapresiasi OJK yang telah melaksanakan kegiatan ini dalam rangka mendukung program pemerintah tentang Gernas BBI BBWI,” ucap Indra.
Di sisi lain, Vriania Indriasari selaku VP Goverment dan Institutional Coordination idEA juga sangat menyambut baik pelaksanaan program Gernas BBI dan BWI. Disebutkannya, gerakan ini efektif untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bisa memanfaatkan dan mengembangkan usahanya di platform digital.
Hal itu dilihat dari semakin meningkatkan UMKM yang bergabung dan masuk ke ekosistem platform digital setelah mengikuti Gerakan Nasional BBI. Hingga 2024 gerakan nasional BBI ditargetkan bisa mengajak 30 juta UMKM masuk ke dalam ekosistem platform digital.
“Artinya masih ada sekitar 9 juta pelaku UMKM yang perlu digaet. Sehingga target tersebut tercapai selama dua tahun ke depan,” kata Vriania.
Ia berharap jika nantinya Gerakan Nasional BBI berhasil mencapai target di 2024, maka gerakan ini bisa dapat terus berlanjut. Karena menurutnya dalam setiap pelaksanaan Gerakan Nasional BBI di tiap provinsi, selalu terdapat peningkatan pendapatan oleh pelaku UMKM. Terutama sejak setiap platform digital memiliki halaman khusus untuk produk-produk lokal buatan UMKM demi mendukung Gerakan Nasional BBI, peningkatan itu terus terlihat.
Secara nasional kesuksesan Gerakan Nasional BBI bisa dilihat dari data Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2022. Di Harbolnas 2022 itu Rp21 triliun. Untuk produk lokal sendiri mengambil porsi Rp10 triliun. Artinya 40 persen transaksi itu sudah pasti produk UMKM Indonesia.
Program pelatihan juga didukung Bank Indonesia Provinsi Riau melalui kehadiran Hendy Hadiyat selaku Manajer Fungsi Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Ekonomi Syariah Perwakilan dari Bank Indonesia.(yan)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Rabu (9/5).
Pekanbaru Pos Riau