Kamis , 25 Juni 2026
Camat didampingi Kapolsek dan Danramil mengecek kesiap siagaan personil dan alat pemadam kebakaran serta kendaraan patroli Karhutla.

Antisipasi Karhutla, Tim Gabungan Gelar Apel dan Patroli

INHU (pekanbarupos.co) — Unsur pimpinan Kecamatan (Upika) Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengelar apel kesiapan siagaan antisipasi Kebakaran Hutan dan lahan (Karlahutla). Apel gabungan ini dipusatkan di halaman perkantoran Camat setempat, Rabu pagi (24/5/2023) sekira pukul 08.30 WIB.

Dalam apel gabungan ini melibatkan puluhan unsur, diantaranya dari Polri, TNI, Satpol PP, KPBD,Manggala Agni dan juga forum kepala desa se Kecamatan Batang Cenaku.

Turut hadir juga dalam giat ini, Camat Batang Cenaku, Dudi Sumbari,S.AB, Kapolsek Batang Cenaku, Iptu Adam Effendi,SE.MH, Danramil 03/SBD, Lettu Inf Diwar Asman, Manager PKS PT Tasmapuja,Wawan serta ketua forum kades Batang Cenaku, H Wahyu Diantoro.

Dalam arahannya, Camat Batang Cenaku, Dudi Sumbari,S.AB mengungkapkan, apel bersama dalam rangka kesiapan siagaan antisipasi Karhutla ini berdasarkan surat dari Gubernur Riau, Syamsuar pada 7 Februari 2023 yang di tindaklanjuti bersama pada 10 Mei 2023 lalu.

Dalam instruksi Gubri saat itu, bahwa Stakeholder yang ada mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan untuk bersama sama menggelar apel antisipasi Karhutla.

Dalam arahan itu, Camat juga memberikan gambaran, bahwa diwilayah Kecamatan Batang cenaku dari tahun Ketahun sudah ada beberapa lokasi titik desa yang memang menjadi lokus atau rawan terjadinya Karhutla.

“Sebagai bentuk kesiap siagaan, setelah kita menggelar apel ini nantinya kita akan lanjutkan dengan patroli bersama ke sejumlah desa yang sering terjadi Karhutla,” kata Camat.

Untuk itu, lanjut Camat, bahwa tanpa suatu proses kerjasama dan koordinasi dan komunikasi yang baik tentu saja untuk melaksanakan kegiatan ini akan tidak berjalan dengan optimal.

“Untuk itu, kami meminta kepada bapak ibu Kepala desa untuk mengoptimalkan komunikasi dan intensitas pembinaan terhadap masyarakat di desanya masing-masing,” pinta Dudi.

Sementara itu, Danramil 03/SBD, Lettu Inf Diwar Asman berharap dengan adanya apel gabungan seperti ini, yang pertama dapat meningkatkan silaturahmi antara TNI, Polri dan semua unsur yang ada di wilayah Kecamatan Batang Cenaku.

Kedua, Danramil meminta dari pihak Pemerintah Kecamatan untuk membuat WhatsApp Grup (WAG) yang anggotanya merupakan seluruh peserta apel ini. Tujuannya, kata Danramil agar semakin mempermudah komunikasi dan berbagi informasi terkait dengan Karhutla yang bisa datang secara tiba tiba yang dilakukan oleh oknum oknum masyarakat yang membuka lahan dan hutan dengan cara dibakar.

Di Provinsi Riau, sambung Danramil, saat ini sudah dinyatakan status darurat, dengan hal itu, tentu bersama sama harus bersiap menghadapi Karhutla.

“Karena diprediksi per 1 Juni 2023 sampai bulan Oktober 2023 nanti puncak Elnino dan kemarau. Bahkan suhu global di Asia tenggara termasuk Indonesia saat ini sudah mencapai 36-40 derajat Celcius,” ucap Danramil.

Usai apel, salah seorang anggota dari Manggala Agni dan KPBD Inhu juga melakukan simulasi bagaimana cara melakukan pemadaman api yang benar disaksikan oleh segenap peserta yang akan diterjunkan patroli Karhutla.

Kemudian, Upika dan tim gabungan bergeser ke sejumlah wilayah yang sering menjadi langganan Karhutla. Mereka berpatroli menggunakan mobil patroli dan sepeda motor dengan rute desa Alim I menuju Alim 2, kebun PT Tasmapuja dan berakhir di perkantoran Pemerintahan desa Kepayang Sari.

Ditempat ini, Upika dan tim gabungan sesampainya di kantor desa langsung disambut hangat dan suka cita oleh Kades Kepayang Sari, Matjon,S.Kom lengkap dengan aparatur Desanya dan puluhan warganya.

Di desa Kepayang Sari ini, Upika kemudian melakukan sosialisasi terkait bahaya dan bagaimana cara meminimalisir terjadinya Karhutla.

Dalam sosialisasi ini, Kapolsek Batang Cenaku, Iptu Adam Effendi, SE.MH mengatakan, kegiatan hari ini pihaknya sengaja melaksanakan sosialisasi ke sejumlah wilayah desa yang dianggap rawan terjadinya Karhutla, seperti desa Alim, Anak Talang dan desa Kepayang Sari.

Untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla yang disebabkan karena ulah oknum oknum yang tidak bertanggung jawab membuka lahan dengan cara dibakar, beberapa pihak, terutama Polri dan TNI secara kontinyu selalu memberikan himbauan dan sosialisasi terkait bahaya karhutla.

Kapolsek juga menjelaskan, untuk mengambil langkah langkah pencegahan terhadap terjadinya Karhutla pihaknya jauh jauh hari sudah melakukan pemasangan spanduk yang berisi himbauan di sejumlah titik yang sering ataupun terjadi kasus Karhutla.

“Karena sosialisasi seperti ini sudah kami lakukan jauh jauh hari. Sehingga kami tegaskan, Polsek Batang Cenaku tidak akan pandang bulu terhadap oknum oknum yang melakukan Karhutla. Kedapatan dan terdeteksi pasti kami tangkap dan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Iptu Adam.

Menanggapi sosialisasi yang dilakukan pihak Upika kepada warganya, Kades Kepayang Sari, Matjon,S.Kom mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Dengan harapan, adanya sosialisasi ini menyadarkan masyarakat akan bahaya dan dampak dari Karhutla tersebut.

“Kebetulan dari pemerintah desa terdahulu hingga pemerintahan saat ini kami telah membuat relawan masyarakat peduli api,” terang Kades.

Dalam kesempatan itu, Matjon juga menghimbau kepada masyarakat desa Kepayang Sari agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Jangan sampai nantinya berurusan dengan hukum karena pelanggaran Karhutla,” pungkasnya.(har)

Berita lengkapnya baca harian Posmetro Indragiri edisi Kamis (25/5).

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *