Kamis , 25 Juni 2026
Puluhan siswa siswi kelas 6 yang dilepas didampingi orang tua mereka berpamitan dengan keluarga besar SDN 009 Bukit Lipai.

Suasana Haru Menyelimuti Pelepasan Siswa kelas 6 SDN 009 Bukit Lipai 

INHU (pekanbarupos.co) — Suasana haru menyelimuti acara pelepasan siswa dan siswi kelas 6 SDN 009 Bukit Lipai Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) angkatan ke 40 yang digelar di halaman sekolah setempat pada Senin (29/5/2023).

Sebanyak 19 insan pendidik dan 1 penjaga sekolah nampak pecah tangis mereka ketika 66 siswa siswi berpamitan didampingi orang tua siswa pada acara pelepasan itu.

Hadir dalam acara, Kepala sekolah SDN 009 Bukit Lipai, Aris Wiranto,SPd, ketua panitia, M Khoirudin, SPd.SD, Kepala desa Bukit Lipai, Indro Suryo Wibowo,S.Sos, kepala sekolah SDN 017, Atun Margiyati,SPd.SD, kepsek SMPN 1 Batang Cenaku, Nurdin,SAg, Kepsek TK Pembina Pertiwi desa Bukit Lipai, Junianis, SPd.Aud, ketua Komite SDN 009 Bukit Lipai, Rusmadi serta undangan lainnya begitu juga puluhan orang tua siswa yang dilepas.

Ketua panitia, M Khoirudin mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada segenap tamu undangan yang sudah sudi menghadiri prosesi pelepasan siswa siswi kelas 6 angkatan ke 40 tahun ajaran 2022/2023 ini.

Dirinya mewakili segenap panitia dan keluarga besar SDN 009 Bukit Lipai juga memohon maaf apabila ada sesuatu hal yang kurang berkenan maupun kekurangan saat acara pelepasan ini. Salah satunya yaitu saat menyambut tamu yang hadir.

Kepala sekolah SDN 009 Bukit Lipai, Aris Wiranto dalam sambutannya berharap seluruh siswa siswi kelas 6 yang saat ini sudah menamatkan belajar di sekolah ini agar melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Aris Wiranto menyebut, selama 6 tahun lamanya menjadi siswa siswi di sekolah ini, mereka bukan orang lain bagi para insan pendidik, akan tetapi mereka sudah dianggap sebagai anak sendiri.

Selama kurun waktu itu, Aris Wiranto atas nama segenap guru SDN 009 Bukit Lipai memohon maaf kepada para orang tua siswa apabila ketika memberikan ilmu pelajaran dan cara mendidik putra putri mereka ada yang dianggap kurang maksimal.

Aris Wiranto juga berpesan kepada orang tua siswa-siswi agar menyekolahkan putra putri mereka ke sekolah tingkat pertama sesuai keinginan dan favorit putra putri mereka. Hal itu, dirasa sangatlah penting agar anak anak mereka dapat menuntaskan menuntut ilmu pendidikan di sekolah yang baru.

“Banyak kasus anak tidak kerasan mondok dan pindah ke SMP. Itu karena tempat mereka belajar disekolah pilihan orang tuanya bukan karena keinginan anak itu sendiri. Jadi biarkanlah anak anak bapak ibu memilih sekolah sesuai keinginan mereka,” pesannya.

Sementara itu, kepala desa Bukit Lipai, Indro Suryo Wibowo mengucapkan selamat kepada siswa siswi kelas 6 yang sudah menamatkan belajar di sekolah ini. Pesan dia, setelah ini siswa siswi yang dilepas jangan sampai putus sekolah karena mereka adalah anak anak yang nantinya sebagai pemimpin yang digadang gadang dapat memajuan negeri ini.

Kades juga berharap adanya saling kerjasama antara orang tua siswa, pihak sekolah dan juga pihak pemerintah desa agar dunia pendidikan di desanya itu dapat berjalan dengan baik.

Siswa siswi, kata Kades, merupakan tanggungjawab bersama dalam membangun ahlak, mental, karakter dan pendidikan mereka. Akan tetapi, disini peran serta orang tua siswa harus lebih dominan menjaga dan membina anak anak mereka dibandingkan dengan para guru.

“Di sekolah hanya ada lima hingga enam jam saja bapak ibu guru mendidik dan mengawasi anak anak sekolah dan waktu selebihnya orang tua lah yang harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada putra putrinya” tutup Kades.(har)

Berita lengkapnya baca harian Posmetro Indragiri edisi Rabu (31/5).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *