INHU (pekanbarupos.co) — Kuat dugaan pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan (Preservasi) jalan Nasional di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau dikerjakan asal jadi.
Pasalnya baru sebulan setelah digrouting lalu dipecing (tambal sulam) menggantikan lapis asphalt lama dengan yang baru, kini, sudah hancur dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Salah satu ruas Jalan Nasional baru dipecing pemeliharaan sepekan sebelum lebaran idul Fitri kemarin namun sudah rusak, ada di Jalan Lintas Timur dikawasan Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, Inhu.
Salah seorang pemerhati pembangunan insfratruktur jalan di Inhu yang enggan ditulis nama berpendapat, urgensi penggantian lapisan aus dilakukan karena timbul kerusakan pada lapis aus asphalt concrete (AC) diganti wearing course (WC) yang baru disebabkan retak, lubang dan adanya cekungan atau alur searah memanjang jalan.
Sayangnya, pekerjaan Preservasi jalan Nasional yang kurang profesional dan tidak sesuai spesifikasi akan berdampak pada mutu kurang baik bahkan cepat rusak.
Eks Kontraktor di APBN ini mengurai, kemungkinan preservasi jalan nasional dikerjakan asal jadi karena di deadline masa pelaksanaan dan lemahnya pengawasan. “Atau jangan-jangan rekanan terobsesi meraup keuntungan yang lebih besar,” sebut narasumber, Kamis (1/6/23).
Hingga berita ini diteruskan ke meja redaksi Pekanbaru Pos belum diketahui rekanan pelaksana perawatan dan pemeliharaan jalan nasional tahun 2023 dikawasan Jalintim Inhu.
Kabid Bina Marga PUPR Provinsi Riau Arief Setiawan dan Kadis PUPR Pemkab Inhu Arif Sudaryanto dimintai tanggapan tidak merespon. Sedangkan Kabid Bina Marga PUPR Pemkab Inhu Suheri, lewat seluler hanya membalas dengan Emoji tangan melipat pertanda ucapan terima kasih ataupun salam. (san)
Pekanbaru Pos Riau