Kamis , 20 Agustus 2026
Tukar Cinderamata. CEO RPG Ahmad Dardiri saling bertukar Cinderamata dengan Direktur PT RAPP Mulia Nauli saat melakukan kunjungan di perusahaan tersebut di Pangkalan Kerinci.

Anjangsana Riau Pos Grup, 2030 RAPP Targetkan Listrik Tenaga Surya Hingga 50 MW

PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Perusahaan raksasa PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) sedang menggarap mega proyek listrik terbarukan, Listrik tenaga surya. Tak tanggung-tanggung hingga 2030 mendatang ditargetkan kapasitas hingga 50 megawatt (MW) sudah bisa dinikmati oleh perusahaan maupun masyarakat.

Hingga saat ini, sistem pembangkit listrik yang menggunakan panel surya atau dikenal juga dengan panel solar menjadi sumber energi yang ramah lingkungan sudah terealisasi sampai 11 MW.

Hal ini terungkap saat manajemen dan Redaksi Riau Pos Grup (RPG) anjangsana ke perusahaan yang berlokasi di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau itu, Rabu (5/7/).
Direktur RAPP Mulia Nauli yang menyambut langsung menyambut rombongan RPG yang dipimpin Ahmad Dardiri pada siang itu mengatakan bahwa management perusahaan sangat apresiasi atas kunjungan yang dilakukan RPG ke RAPP.

Dan pihaknya juga menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas sumbangsih RPG dalam mendukung program RAPP.
‘’Saat ini perusahaan sedang membangun solar panel atau jaringan listrik tenaga surya yang ramah lingkungan dengan kapasitas daya 11 MW. Hal ini tentunya untuk membantu peningkatan rasio elektrifikasi rumah tangga serta kebutuhan perusahaan. Dan hingga tahun 2030 mendatang, kapasitasnya ditergetkan sebesar 50 MW,’’kata Mulia Nauli optimis.

Pembangunan proyek panel surya ini lanjut dia, bukannya tanpa alasan. Mulia Nauli , menjelaskan bahwa, RAPP merupakan perusahaan yang bersentuhan langsung dengan alam, sehingga pihaknya terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Dimana seperti yang diketahui, pemanasan global disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di udara yang memerangkap panas matahari di dalam atmosfer bumi. Salah satu gas penyumbang emisi GRK adalah CO yang kerap dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Dengan meningkatnya jumlah panas matahari yang terperangkap di atmoser bumi , maka bumi kini menjadi lebih hangat dan berdampak pada perubahan pola cuaca dalam skala global.

“Atas kondisi tersebut, salah satu solusinya adalah dengan listrik tenaga matahari,’’ujarnya.
Hal itu pula lanjut Mulia Nauli, merupakan komitmen perusahaan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar fosil yang menyebabkan terjadinya pemanasan global dampak dari peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di udara. ‘’Intinya, PT RAPP sangat berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan dalam melakukan aktivitas usaha,” paparmya.

Solar panel atau panel surya, lanjut Direktur PT RAPP memiliki dampak lingkungan paling sedikit karena tidak menghasilkan gas, kebisingan atau polusi. Selain itu, matahari adalah energi yang 100 persen tidak akan pernah habis, berlimpah, gratis dan terbarukan, sehingga menjadikan panel surya sumber energi alternatif yang mudah dan bersih.

“Dan panel surya APRIL ini, menjadi solusi baru karena dibangun di atas landfill yang telah ditutup. Selain itu, panel surya akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan memberi sumbangan positif terhadap upaya pengurangan emisi gas dan polusi udara, sebagai salah satu komitmen mengurangi perubahan iklim. Dan pencapaian Iklim Positif ini, merupakan salah satu komitmen yang ingin dicapai APRIL pada tahun2030 mendatang,’’ungkapnya.

Komitmen ini, lanjut pria hobi olahraga bulutangkis, untuk memberikan dampak positif terhadap iklim, alam dan masyarakat selagi mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan. Komitmen ini juga selaras dengan target pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% melalui upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada 2030. Dan hal ini telah dituangkan dalam dokumen Nationally Determined Contribution.

Kata dia, pada masa mendatang, energi matahari dipercaya menjadi mekanisme penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan upaya menyelamatkan bumi. Dengan berbagai negara berlomba-lomba menggunakan panel surya, kita dapat berharap supaya masa depan yang lebih hijau akan segera tiba. Terlepas dari itu, bangga rasanya dapat mewariskan udara lebih bersih kepada generasi berikutnya.

Kedatangan rombongan pada siang hari itu dipimpin langsung oleh CEO RPG Ahmad Dardiri dan disambut langsung oleh Dirut RAPP Direktur RAPP Mulia Nauli beserta manajemen dan staf Corporate Communications PT RAPP. Kunjungan ini diawali di gedung Royal Gold Eagle (RGE) Techlonogy Center dalam area perusahaan milik Sukanto Tanoto tersebut.

Di gedung mentereng, RGE Technology Center tersebut, melalui host Cindy rombongan RPG disuguhi dengan makanan ringan juga beragam informasi, termasuk sejarah dan perkembangan Grup RGE dari masa ke masa di ruang exhibition center. Dengan menggunakan teknologi dan visualisasi yang modern, pengunjung mendapatkan informasi yang sangat menarik tentang kiprah pendiri grup RGE, Sukanto Tanoto saat memulai bisnisnya dari usia yang sangat muda. Selain itu dalam ruang tersebut juga menampilkan profil dan informasi tentang grup bisnis yang berada di bawah naungan RGE selain RAPP-APRIL Group, Asian Agri, Sateri dan juta kiprah lembaga filantropi milik keluarga besar Tanoto, yakni Tanoto Foundation.

Tidak hanya itu, rombongan RPG yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, Direktur Riau Pos Firman Agus, Wapemred Riau Pos Abdul Gafur, Manager HRD Riau Pos Hafizah, Pimred RTv M Zaini, Asisten KL Riau Pos M Ali Nurman dan Management RPG lainnya juga dibawa melihat langsung operasional kegiatan pembibitan akasia dan euqaliptus di pusat pembibitan yang disebut dengan Kerinci Central Nursery (KCN).

Setelah dari Nursery yang menghasilkan jutaan bibit setiap tahunnya, rombongan yang dipandu langsung oleh Menagement RAPP yakni Disra Alldrick selaku Deputi Head of Corporate Communications, Budhi Firmansyah- Communications Manager RAPP, Media Relation and External Communications- Fredrick dan Neshayani Harahap dibawa melihat langsung produksi kertas unggulan RAPP yang terkenal dengan nama PaperOne.

Rombongan RPG cukup terkesima dengan produksi benang serat rayon turunan dari Pulp yang dihasilkan RAPP, di pabrik Asia Pacific Yarn (APY) dapat menyaksikan langsung mesin-mesin pemintalan serat rayon menjadi benang. Jejeran mesin-mesin mutakhir tanpa henti menghasilkan gulungan benang yang siap ditenun secara mutakhir menjadi kain-kain serat viscose yang saat ini sangat diminati konsumen.
Di lokasi yang sama, APY rombongan juga diberikan kesempatan melihat produksi pakaian berbahan rayon dengan kualitas level dunia. Tak hanya untuk uniform internal perusahaan yang langsung jadi, tapi juga beragam jenis lainnya yang siap ekspor.

Kesempatan yang sama, CEO RPG Ahmad Dardiri yang akrab disapa Mas Ade ini mengatakan bahwa, kunjungan ke RAPP ini dalam rangka silaturrahmi untuk lebih mengakrabkan hubungan antara media Riau Pos Grup (RPG) dengan PT RAPP. Sehingga, dengan adanya kunjungan silaturahmi ini diharapkan informasi terkait aktifitas PT RAPP dapat dipublikasikan kepada publik.

“Ya, ini kunjungan dan penyambutan yang luar biasa oleh Management RAPP, dan kami sangat kagum atas komitmen perusahaan kertas terbesar di Asia ini dalam menjaga serta melestarikan lingkungan. Dengan adanya kunjungan silaturrahmi yang kita lakukan ini, kedepannya kerjasama dengan RAPP ini dapat terjalin lebih baik lagi,” terangnya.

Kegiatan silaturrahmi ini ditutup dengan pelaksanaan pertandingan bulutangkis. Dimana pertandingan tersebut berlangsung sangat seru.

Salah satunya pertandingan antara pasangan CEO RPG Ahmad Dardiri bersama Andi Panjang (wartawan RTv) melawan Direktur RAPP Mulia Nauli bersama David yang merupakan karyawan PT RAPP.

Begitu juga dengan match antara pasangan Amri wartawan Pekanbaru Pos dan Wapemred Riau Pos Abdul Gafur melawan tim RAPP yakni pasangan Iyon dan Hendro yang berlangsung sangat seru. Serta beberapa pasangan lainnya. Selain serius juga mengundang gelat tawa penonton di GOR perusahaan karena berbagai aksi menarik yang diperlihatkan para pebulutangkis. Kegiatan berakhir hingga pukul 23.00 WIB lebih.(amr)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *