Kamis , 23 April 2026
Dalam Rangka Menyambut HDKD ke 78 Tahun 2023, Rutan Kelas II B Rengat Taja Porseni Hingga Baksos Pengentasan Sunting.

Sambut HDKD, Rutan Rengat Taja Pengentasan Sunting dan Porseni

INHU (pekanbarupos.co) — Dalam rangka menyambut HUT kemerdekaan RI dan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-78 tahun 2023, rumah tahanan (Rutan ( Kelas II B Rengat taja pekan olahraga raga dan seni (Porseni).

Selian melakukan pertandingan persahabatan, Rutan ini turut melaksanakan bakti sosial pengentasan sunting.

HUT HDKD sendiri ‘jatuh’ pada hari Sabtu 19 Agustus 2023 atau tepat setelah dua hari perayaan HUT RI.

Sedangkan pembukaan PORSENI diawali dengan upacara bendera oleh Kepala Rutan (Karutan) Rengat selaku inspektur upacara di lapangan upacara Rutan Rengat bersama pegawai, para staf dan perwakilan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tertib dan disiplin berpakaian olahraga.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai ajang mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keakraban, serta rasa persaudaraan antara insan pengayoman dan warga binaan,” tegas Ka Rutan, Julius Barus, disela upacara.

Julius berharap seluruh peserta kegiatan dapat mengikuti kegiatan dengan penuh suka cita, menjaga kekompakan, keamanan dan ketertiban. Pesan Ka Rutan sekaligus melakukan tendangan bola pertama ke gawang pertanda dimulainya PORSENI Rutan Kelas II B Rengat.

Untuk kegiatan baksos pengentasan Stunting dilaksanakandi Desa Redang Kecamatan Rengat Barat. “Pengentasan stunting ini penting dilakukan sesuai dengan amanat Presiden RI yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan,” tutur Julius.

Versi WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

Bahkan menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan, pravelansi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022. Selanjutnya di tahun 2024, Presiden RI Joko Widodo menargetkan penurunan stunting sebesar 14%.

Dalam pengentasan stunting ini juga dilaksanakan pemaparan mengenai masalah stunting dan pentingnya pemberian ASI pada anak yang diakhiri dengan pemberian paket nutrisi tambahan bagi ibu hamil dan anak usia tumbuh kembang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubsi Pelayanan Tahanan, Kasubsi Pengelolaan, Kepala Keamanan dan Pengamanan Rutan, Kepala Desa Redang, Kepala Puskemas Pekan Heran, pegawai Rutan Rengat serta kader yang mendampingi ibu dan balita. (san)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *