PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Madinah menggelar sosialisasi dan roadshow PPMI Madinah 2023. Kegiatan yang mengupas peluang menempuh pendidikan di Timur Tengah dengan full beasiswa ini diikuti ratusan peserta setingkat SMA Sederajat di Riau.
Sosialisasi dan Roadshow PPMI Madinah 2023 ini bekerjasama dengan Raudhatul Jannah Islamic Center Pekanbaru (RJIC), Ahad (6/8/2023).
Roadshow yang dihadiri lebih kurang 500 pelajar terdiri para santri dari sejumlah pondok pesantren dan juga pelajar SMA dan SMK ini berlangsung di Lantai 1 Masjid Raudhatul Jannah Islamic Center, Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru. Tak luput para orang tua santri juga ikut mengikuti agenda ini dengan penuh semangat.
Diawali sekitar pukul 09.00 WIB, Huzaifah Ali Akbar bersama tim mahasiswa PPMI Madinah memulai kegiatan tersebut.
Ada beberapa agenda yang dibahas dalam kesempatan itu. Semuanya merupakan informasi penting dan menjadi bekal bagi pelajar yang ingin kuliah di Timur Tengah dengan beasiswa penuh, terutama menuntut ilmu di Kota Nabi, Madinah Munawwarah, persisnya Universitas Islam Madinah (UIM).
Selain memaparkan panjang lebar terkait program beasiswa, Ustaz Huzaifah dan temannya juga memberikan motivasi belajar di Saudi serta membeberkan informasi profil kampus, program study juga keutamaan belajar di Madinah.
Dalam sesi tanya jawab terungkap alasan kenapa harus belajar di Kota Nabi tersebut. Menurut Ustadz Huzaifah Ali Akbar dan Ustadz yang menjawab pertanyaan peserta, menuntut ilmu memiliki banyak keutamaan.
Salah satunya sumber ilmu agama yang masih murni, iman akan kembali di Kota Nabi ini, sholat di Masjid Nabawi keutamaan 1.000 kali daripada masjid lainnya. “Banyak lagi keutamaan yang in syaa Allah akan kita dapatkan jika belajar di sana, keutamaan tempat, historical tour ke zaman Rasulullah, tempat wahyu diturunkan, ada masjid Quba, banyak kajian dan lainnya,”ungkapnya.
“Selain kita bisa belajar juga bisa menambah relung kosong hati kita yang tidak ditemukan selain Madinah,”paparnya sambil menyebutkan mahasiswa atau pengunjung akan mendapatkan lingkungan yang mendukung untuk belajar, banyak halaqah ilmu, seperti halaqah Quran, mutun dan lainnya.
“Kita berada di lingkungan kampus yang sangat mendukung untuk menuntut ilmu. Halaqah Quran dan mutun, tak hanya di masjid Nabawi, tapi masjid-masjid perkampungan di sana. Jadi akan muncul himmah (semangat) yang tidak ditemukan di tempat lain,”ujarnya.
Huzaifah yang mengaku kali kelima pendaftaran baru diterima di universitas yang banyak didambakan pelajar Islam itu menyebutkan, tak hanya halaqah kajian, tapi juga didukung dengan perpustakaan yang lengkap kitab-kitab Islam klasik yang masih otentik karangan ulama besar, Madinah juga merupakan kota Multikultural sangat baik untuk belajar dakwah.
Dijelaskan, Universitas Islam Madinah tidak hanya menyediakan studi bidang Islam tapi juga dibidang sains.
“Alhamdulillah untuk fakultas ilmu dunia sudah semakin bertambah jumlah mahasiswa kita yang belajar di sana. Namun tidak sebanyak mahasiswi yang belajar ilmu agama,”ungkapnya.
Beberapa fakultas, Kampus Syariah (Hukum Islam), Sekolah Tinggi Peraturan dan Ilmu Yudisial, Perguruan Dakwah
Sekolah Tinggi Al-Qur’an dan Kajian Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Hadits dan Islam, Sekolah Tinggi Bahasa Arab, Sekolah Tinggi Sains, Sekolah Tinggi Komputer dan Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Teknik. “Untuk fakultas umum tidak mewajibkan bahasa Arab, tapi bahasa Inggris,”ujarnya.
Menjawab bagaimana mendaftar di Kampus kenamaan yang telah melahirkan tokoh-tokoh besar dalam bidang agama ini, yakni melalui portal resmi UIM juga portal resmi Kementerian Pendidikan Arab Saudi Study in Arabia dengan persyaratan yang wajib dipenuhi oleh masing-masing pendaftar sesuai ketentuan pihak kampus.
Kata dia, Universitas dengan slogan di mana matahari tak pernah terbenam mengingatkan, karena keberadaan mahasiswa dari penjuru dunia yang akan berdakwah ke negara-negaranya masing-masing.
Terkait fasilitas, semuanya full beasiswa, dekat masjid Nabawi dan disediakan armada untuk sholat berjamaah di Masjid Nabi tersebut, tiket pesawat PP gratis 1 kali setahun, sumber agama yang asli, pustaka yang lengkap, rumah sakit, asrama, sarana olahraga yang free dan berbayar dengan diskon 50 persen untuk mahasiswa.
Dipesankan Ustadz Huzaifah, baik kepada calon pendaftar atau pun mereka yang sudah mendaftar namun belum ditakdirkan diterima kuliah di sana hendaknya terus berdoa dan bersabar.
“Momen menunggu hasil adalah menjadi pembeda. Ada yang 2 tahun hingga 5 tahun. Berbedanya, ada yang hanya menunggu saja setelah berkas pendaftaran selesai. Namun, ada pula yang terus ikhtiar dengan cara yang di ridhai Allah,”paparnya.
Menyinggung usia, meski tertulis pada persyaratan sampai 25 tahun, namun tidak tertutup kemungkinan ada yang usia 40 tahun baru diterima belajar di kampus UIM tersebut.
Begitu juga tes wawancara (muqabalah) baik yang langsung di kota Madinah maupun Indonesia, katanya maka tidak ada lagi.
“Untuk pembuatan paspor, jangan lupa 3 kata, agar tidak menimbulkan masalah dibelakang hari nanti. Karena jika antum ditakdirkan lulus, maka nama yang kurma dari 3 kata akan dirubah dan itu memakan waktu panjang,”sambungnya terkait paspor sebagai salah satu syarat mendaftar di UIM. “Yang tak kalah penting, jaga kesehatan,” kata Huzaifah mengingatkan para santri.
Salah seorang tim Roadshow PPMI, menambahkan, PPMI Madinah hanya membantu mengenalkan atau memberikan maklumat terkait bagaimana tatacara pendaftaran serta keunggulan UIM. Sedangkan untuk kelulusan murni dari pihak kampus, kata dia.
Kegiatan yang berlangsung penuh inspirasi dan motivasi yang diakhiri dengan sesi tanya jawab sekitar pukul 12.00 WIB. Tampak puluhan santri di Pondok Imam Dzahabi, Kuala Nenas Kampar, Pondok Ummul Qura, Ponpes Al Muslimun Sekijang, Pelalawan, pelajar SMA dan SMK Pekanbaru dan sekitarnya.
Pada Roadshow di Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru ini juga dihadiri dua anggota Polri Bagian SDM Polresta Pekanbaru Iptu Jonni Anwar dan Bripka Reza. Keduanya diberikan kesempatan seputaran peluang menjadi polisi melalui jalur khusus.
Jalur khusus tersebut memberikan peluang besar terutama bagi penghafal Quran mutqin mulai dari 10 juz, juara MTQ serta prestasi di bidang sains juga olahraga.(amr)
Pekanbaru Pos Riau