PLN Tak Gubris Profosal Penambahan Travo
KUBU (pekanbarupos.co) — Masyarakat yang tinggal di Dusun Sungai Mangkok, Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau mengeluhkan arus jaringan listrik dari PLN yang tidak stabil.
Dampaknya, membuat peralatan rumah tangga eletronik warga banyak yang rusak. Sebelumnya, warga sebagai pelanggan PLN harus mengeluarkan uang dengan nominal tinggi untuk membeli tiang dan kabel dalam menikmati listrik PLN.
Kuat dugaan, tidak stabilnya arus listrik PLN masuk di kampung mereka karena kurang travo. Dari itu, masyarakat berharap kepada pihak PLN Subrayon Teluk Merbau, Rayon Bagan Batu dan Pemerintah Daerah Rokan Hilir mencarikan solusi tentang keluhan masyarakat disana.
“Untuk mendapatkan penerangan dari listrik PT PLN kami harus mengeluarkan uang cukup banyak, karena tiang dan kabel listrik ini kami beli dengan dana swadaya. Tapi arus listrik ini tidak stabil seperti kurang Wat, banyak alat-alat eletronik warga seperti kulkas, Tv dan lainya rusak,” kata tokoh masyarakat, Ramlan biasa akrap disapa Banjar kepada Wartawan, Rabu (6/9/2023).
Lanjut Ramlan, warga Dusun Sungai Mangkok seperti dianak tirikan Pemkab Rohil, selain lampu yang kurang wat menjadi keluhan masyarakat, infastruktur jalan disana seperti penyakit kronis yang terus menerus menjadi keluhan masyarakat.
Dalam merawat jalan, masyarakat juga merogoh kocek secara swadaya dalam melakukan perawatan jalan yang dikutip dari hasil panen sawit petani setiap bulan.
“Tak ada bangunan masuk, perbaikan jalan pun pake dana swadaya dikutip dari hasil petani sawit, dengan pasang palang setiap hasil panen masyarakat disisihkan 50 perak per kilo gram (Kg) untuk biaya perawatan jalan dan ini sudah menjadi kesepakatan kami,” keluhnya.
Menurut Ramlan, mereka juga bagian dari masyarakat Rokan Hilir yang berhak mendapat perhatian sama dengan masyarakat di desa dan kecamatan lain di Rokan Hilir.
“Kami juga ingin mendapatkan penerangan dan jalan yang layak, dari itu, kami sangat bermohon kepada pihak PLN dan Pemkab Rohil agar bisa melakukan penambahan Travo di Dusun Sungai Mangkok sehingga arus listrik bisa stabil di daerah kami,” harapnya.
Sementara itu warga lainnya, Surianto mengucapkan hal sedana, dalam 1 x 24 jam masyarakat pelanggan listrik dari PT PLN hanya dapat menikmati arus listrik yang stabil hanya empat jam.
“Dalam satu hari satu malam kami hanya menikmati arus listrik yang stabil cuma empat jam, selaku pelanggan PLN kami sangat dirugikan sekali, sementara token listrik terus berjalan, pemakaian tidak stabil dan banyak peralatan eletronik warga yang rusak karena arus listrik tidak stabil,” keluhnya.
Menurut Surianto, masyarakat pelanggan PLN sudah pernah mengajukan profosal ke Sub Rayon Teluk Merbau berkantor di Kecamatan Kubu Babussalam untuk penanganan travo di Dusun Sungai Mangkok dan Dusun Sungai Jermal. “Pelanggan PLN disini (Dusun Sungai Mangkok dan Dusun Sungai Jermal red) hampir mencapai 200 Kepala Keluarga (KK),” ujarnya.
Menurut Surianto, semua warga mengeluhkan tentang peralatan eletronik banyak rusak karena arus listrik tidak stabil. “Profosal penambahan Travo sudah pernah dimohonkan ke PLN Subrayon Teluk Merbau pada bulan Mei tahun 2023 lalu diterima langsung pimpinan PLN Subrayon Teluk Merbau, Dedi Prima. Namun, tidak digubris sampai saat ini,” tegasnya.
Sementara itu kepala Dusun Sungai Jermal, Jaruddin membenarkan tentang keluhan masyarakat arus listrik yang tidak stabil. Akan tetapi tambah Kadus, tidak semua wilayah yang mengeluhkan arus listrik tak stabil.
“Tidak semuanya arus itu tidak stabil, untuk di jalan poros normal arusnya, yang tak stabil itu di daerah bawah atau Sungai Mangkok, untuk keluhan warga memang benar banyak peralatan eletronik mereka usak karena arus itu tidak stabil,” pungkasnya. (zul)
Pekanbaru Pos Riau