Jumat , 3 Juli 2026
Kepala Kanwil Kemenag Riau DR H Mahyudin, MA saat membuka Manasik Haji Sepanjang Tahun di Lingkungan Kemenag Pelalawan di Masjid Besar Muttaqin Pangkalan Kerinci.

Ratusan CJH Pelalawan Ikuti Manasik 

PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Lebih kurang 600 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Pelalawan 2024-2025 mengikuti kegiatan Manasik Haji Sepanjang Tahun di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan Tahun 1445 H/ 2023 M. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Besar Muttaqin, Pangkalan Kerinci, (25/9/2023).

‘’Manasik haji sepanjang tahun merupakan inovasi dari Kemenag agar para jamaah mendapatkan informasi lebih awal, laiknya warm up, pemanasan bagi calon 2024 /2025,’’jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah (Ka Kanwil) Provinsi Riau DR H Mahyudin,MA saat membuka secara resmi kegiatan perdana yang sempat diikutinya, kemarin.

Penyelenggaraan manasik sepanjang haji sepanjang tahun ini lanjut Mahyudin, merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan ibadah haji 2023 lalu. ‘’Ada yang menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah terutama Kemenag, ini menjadi evaluasi untuk kegiatan 2024 agar pelaksanaannya lebih matang, lebih baik lagi. Baik bagi penyelenggara terlebih bagi jamaah haji itu sendiri,’’paparnya.

Kata dia, dari penyelenggaraan haji tahun 2023, tak dipungkiri banyak keberhasilan tapi juga ada catatan. ‘’Dan perlu diketahui, apa saja persiapan dilakukan pemerintah untuk penyelenggaraan haji tahun depannya,’’imbuhnya.

‘’Ya tahun lalu, memang agak mepet, mendadak, karena skedul haji, terutama penetapan BPIH hanya terlalu dekat dengan pelaksanaan haji itu sendiri,’’imbuh Mahyudin.

Agar penyelenggaran haji tahun 2024 semakin mantap sambung beliau, maka pada akhir September ini, Kemenag dan Komisi 8 DPR RI akan membentuk Panja Haji. ‘’Tujuannya jelas, salah satunya untuk penetapan berapa besar biaya Haji 2024. Dan diharapkan segera selesai dan informasi tersebut segera pula didapat oleh masyarakat terutama yang mau berangkat haji yang namanya sudah keluar,’’terang Kakan Kanwil Provinsi Riau ini.

Pada kesempatan ini, meski tidak menyebut detil, namun Mahyudin memaparkan terkait biaya haji. Di mana tahun lalu angkanya mencapai Rp 90 juta/orang. ‘’Kita berdoa semoga tahun ini biaya ini lebih kecil dari tahun sebelumnya. Tapi jika sudah diputuskan itulah yang harus dibayar. Kalau protes, berarti tidak berangkat. Yang jelas persiapkan dari sekarang ,’’katanya sambil berkelakar kalau jamaah Kabupaten Pelalawan dipastikan akan siap, karena di sepanjang kiri kanan jalan banyak sawit orang.

Selain terkait biaya yang belum ada keputusannya, Kakanwil Kemenag Riau juga menyinggung masalah bimbingan. ‘’Kewajiban Kemenag memberikan Manasik kepada para calon haji. Kenapa, karena tanpa manasik, maka uangnya terbuang sia-sia. Kenapa sia-sia, karena banyak belum faham rangkaian yang harus dikerjakan. Malah, ada juga pembimbing yang ditanya thawaf atau sai duluan. Dijawab bebas. Jadi, tak hanya jamaah yang ikut manasik, tapi juga seleksi petugas diperketat,’’ungkapnya.

Wajib mengikuti bimbingan haji, lanjut Mahyudin, adalah awal persiapan dan masih ada manasik yang lain. ‘’Saya harap jamaah bisa ikut di kecamatan, kabupaten hingga betul-betul mantap. Dengan itu, diharapkan jamaah bisa mandiri yang memahami ilmu Manasik dan dapat melaksanakan sebaik-baiknya. Kalau mau thawaf dan sa’i sudah tahu semua rangkaian haji,’’ucapnya.

‘’Kalau tidak ikut manasik, bisa saja haji akan sampai ke tanah air menjadi haji yang tak mabrur. Karena ada jamaah yang sudah pakai ihram masih bertengkar. Kakau tak ikut Manasik tengok-tengoklah tidak ada perubahan setelah kembali ke tanah air,’’bebernya menyebutkan sejumlah kasus yang terjadi karena ada jamaah yang tidak mengikuti manasik dengan serius.

Kakan Kemenag Kabupaten Pelalawan Drs Jisman, MA yang juga hadir dalam kesempatan itu menyebutkan, Manasik Haji Sepanjang Tahun merupakan program pemerintah melalui Kemenag yang persiapannya sejak awal.

‘’Manfaatnya sangat banyak yakni para calon jamaah haji akan mengetahui tentang kebijakan keputusan serta informasi untuk keberangkatan 2024,’’jelasnya.

Persiapan sejak awal lanjut Jisman, akan lebih baik lagi, tidak hanya untuk membimbing tapi juga mendapat informasi keberangkatan dan kepulangan. Jika sudah tahu akan lebih mudah lagi.

‘’Juga akan tahu gambaran biaya haji agar lebih siap,’’ucapnya sambil menambahkan, bimbingan haji yang dilakukan sejak awal akan lebih sempurna, termasuk persiapan paspor, kondisi kesehatan karena ibadah haji adalah ibadah fisik yang memerlukan persiapan sekaligus latihan untuk menjalani haji dengan berbagai kegiatan.

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan H Rizali, S. Ag dalam laporannya menyebutkan kegiatan manasik haji sepanjang tahun diikuti leih 600 peserta dari 12 kecamatan Tahun 2024/2025 yang digabung pelaksanaan bersama.

Meski tidak memastikan keberangkatan seluruh jamaah untuk menunaikan haji pada tahun 2024 mendatang, namun dipastikan bagi calon jamaah yang mendaftar sejak tahun 2012 lalu memiliki peluang besar untuk berangkat. Apalagi jika ada penambahan kuota.

Kegiatan itu juga diisi materi pengelolaan dam (Denda) oleh Kabid Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Riau Drs H Syahruddin,M.sy yang direncanakan akan dikelola sendiri oleh pemerintah dan dagingnya akan didistribusikan untuk masyarakat Indonesia.(amr)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *