Sabtu , 23 Mei 2026
Mansur saat memperlihatkan lahan dan tanaman kebun sawit di atas lahan miliknya di Dusun Karya Nyata, Kepenghuluan Teluk Nilap di duga diserobot dan dilakukan perusakan oleh PT ESS. zul

Diduga PT ESS Serobot Lahan Warga, Humas PT ESS Bantah Tuduhan

KUBA (pekanbarupos.co) — Diduga PT Energi Sarana Sejahtera (ESS) merupakan Sub Kontraktor Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan penyerobotan lahan dan perusakan tanaman kebun kepala sawit milik warga. Korban diketahui bernama, Mansur (63) warga Kelurahan Teluk Merbau, Kecamatan Kubu.

Lahan korban diketahui terletak di Dusun Karya Nyata, Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau dengan luas 100 x 200 meter dengan berisi tanaman kebun sawit.

Pihak prusahaan PT ESS melakukan penyerobotan dan perusakan tanaman kebun kepala sawit di atas lahan milik korban seluas 40 x 70 meter.

Korban tidak mengetahui pihak prusahaan secara membabi buta melakukan perusakan karena tidak berkomunikasi dengan korban. Sementara korban saat itu sedang berada di Kota Dumai dalam kepentingan berobat.

“Saya tau kalau lahan kebun sawit saya diduga diserobot dan dirusak PT ESS dari warga setempat dan orang tukang panen buah sawit saya (pekerja),” Kata Mansur kepada Wartawan, Sabtu (7/10/2023).

Diterangkan Mansur, lahan seluas 100 x 200 meter ia kuasai sudah hampir 11 tahun sejak tahun 2012 lalu. Selama 11 tahun lahan tersebut dikelola dengan baik dengan cara ditanami pertanian kebun kelapa sawit.

“Sudah 11 tahun lahan itu saya kuasai dan saya kelola, dan sudah menghasilkan panen buah sawit, sehingga saya merasa heran PT ESS menyerobot dan melakukan perusakan tanaman sawit saya tanpa adanya diskusi atau komunikasi dengan saya selaku pemilih lahan,” jelasnya.

Menurut Mansur, kebun sawit miliknya yang diduga diserobot dan dirusak oleh PT ESS merupakan harapan hidupnya bersama keluarga. “Meskipun tak banyak hasilnya. Terkadang keluar 400 kilo gram sekali memanen tapi itu lah harapan saya dan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu Humas PT ESS, Sahar saat dikonfirmasi membantah pihak prusahan PT ESS melakukan penyerobotan lahan dan perusakan kebun sawit milik saudara Mansur.

“Aktifitas PT ESS diatas lahan warga sudah melalui pembebasan dari Pertamina Hulu Rokan. Kami PT ESS hanya melakukan pekerjaan, namu jika ada permasalahan di lahan atas warga atas Nama Mansur itu diluar pengetahuan PT ESS karena PT ESS melakukan pekerjaan diatas lahan yang dibebaskan PHR,” ujarnya.

Menurut Sahar, ia sendiri tidak mengetahui lahan tersebut kepemilikan warga bernama Mansur karena ada dua kubu yang mengaku kepemilikan lahan tersebut yakni pertama atas nama Mansur dan yang kedua atas nama Musnatu. “Untuk diwilayah welfeds keterangan tim dari PHR bernama Alpi lahan tersebut sudah dilakukan pembebasan semua,” ujarnya.

Menurut Humas, dilokasi tersebut ada beberapa nama yang sudah dilakukan pembebasan. “Ada empat nama pemilik lahan yang sudah dilakukan pembebasan oleh PHR yakni Riswanto, Safrudin B, Amrizal dan H. Gamal itu keterangan dari pihak PHR,” ujarnya.

Bahkan kata Humas, ia sendiri belum meyakinkan lahan tersebut kepemilikan saudara Mansur karena ada juga pihak lain yang menemuinya mengaku lahan tersebut milik mereka bukan milik atas nama Mansur.

“Saya sebagai Humas PT ESS setiap melakukan pekerjaan jauh sebelumnya terlebih dahulu izin dengan tim PHR. Jika di izinkan baru melakukan pekerjaan, dari itu dari pihak prusahaan membantah jika melakukan penyerobotan dan perusakan kebun sawit yang mengaku atas kepemilikan saudara Mansur,” pungkasnya. (zul)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *