Jumat , 3 Juli 2026
Petugas dari DLH mengangkut sampah yang dibuang di badan jalan potong Jalan Maharaja Indra - Jalan Pemda Pangkalan Kerinci Kota.amr

Miris, Warga Buang Sampah di Badan Jalan

PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) — Masih banyak warga yang membuang sembarangan. Bahkan, di badan jalan umum tumpukan sampah ditemukan. Padahal, armada angkutan siap menjemput sampah sampai ke perumahan warga.

Dengan fakta ini, ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci masih jauh dari kata lingkungan bersih. Hal ini karena tidak didukung oleh masyarakat setempat, karena membuang sampah di sembarang tempat.

“Kami sampai saat ini masih berkutat dengan sejumlah oknum masyarakat yang dengan sengaja membuang sampahnya di sembarang tempat di Pangkalan Kerinci,”kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan Eka Novitra, ST, M. Si didampingi Kabid Pengelolaan Sampah Junaidi, Senin (23/10/2023).

Menurut Kabid DLH yang akrab disapa Jhon Sro ini, jalan yang baru di bangun sebagai penghubung antara Jalan Pemda dan Jalan Lintas Timur (Jalan Maharaja Indra, red) Pangkalan Kerinci Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci yang merupakan ibu kota Kabupaten Pelalawan sudah beralih fungsi oleh oknum masyarakat.

“Beralih fungsinya yakni sudah menjadi tempat pembuangan sampah sejumlah warga yang tidak cinta dengan tempat di mana tinggal,”ujar Jhon kesal.

Padahal, lanjut Kabid DLH ini, langkah demi langkah sudah di lakukan oleh lihak terkait khususnya DLH Pelalawan agar masyarakat tidak membuang sampahnya lagi di lokasi itu dan beberapa titik lainnya. “Ya, mengingat itu adalah jalan umum bukan tempat pembuangan sampah,”tegasnya.

Ia menambahkan, membuang sampah sembarangan termasuk perbuatan tercela. “ini sudah tidak bisa diingatkan lagi, pikiran dan hati yang membuang sampah ini mungkin sudah di rasuki setan. Harusnya kalau sudah dibuat spanduk larangan maka jangan lagi dibuang di situ, tapi nampaknya semakin di bersihkan semakin menjadi jadi mereka membuangnya di sini,”ujarnya.

” Ya, yang buang sampah di sini sudah tidak ada akal sehat mungkin. Pasalnya, bukan mereka tidak lihat ada himbauan larangan jangan dibuang di sini, tapi malah keenakan mereka melihat kita bersihkan terus, “imbuhnya.

Kabid menambhkan, infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah harusnya digunakan sebagaimana fungsinya dan harus dijaga supaya bisa dinkmati dengan waktu yang panjang. “Eh, malah jalan umum yang dilewati manusia jadi tempat buang sampah,” kata Jhon.

Kalau petugas saja yang membersihkan lingkungan tanpa dukungan masyarakat sadar kebersihan tentu kami tidak mampu. Karena lihat sajalah, hampir tiap hari ada saja spot baru buang sampah sembarangan. Sudah kita larang ya muncul lagi. Jadi, kami mengajak dan mengingatkan agar jangan lagi membuang sampah di areal ini dan areal yang memang sudah dilarang.

“Kalau tidak kita yang menjaganya maka siapa LAGI. Pikirkan orang lain yang terdampak dari apa yang kita lakukan. Terlebih lagi kita juga hendaknya ikut prihatin dengan teman-teman kita yang berkerja, bukan ini saja yang harus mereka kerjakan,” pungkasnya.(amr)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *