Warga Terancam Serangan Wabah DBD
KUBU (pekanbarupos.co) — Tingginya intensitas curahan hujan ditambah kiriman air dari Kecamatan Simpang Kanan membuat ribuan rumah Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Kubu, dan Kubu Babussalam (Kuba), Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau direndam air banjir.
Ribuan KK yang terdampak banjir tersebar di empat Kepenghuluan yakni Kepenghuluan Sungai Segajah Makmur, Sungai Segajah Jaya, Kepenghuluan Tanjung Leban dan Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir, Kecamatan Kubu.
Sementara di Kecamatan Kubu Babussalam terdapat di Kepenghuluan Sungai Majo Pusako, Teluk Nilap, Sungai Majo, Rantau Panjang Kiri Hilir, Sungai Pinang dan Kepenghuluan Jojol. Dampak banjir ini sudah cukup menghambat aktifitas masyarakat. Bahkan, banyak rumah warga yang direndam banjir terpaksa memasang gambangan di dalam rumah.
Melihat tingginya curahan hujan yang terus menerus terjadi saat ini membuat potensi banjir di Kecamatan Kubu dan Kuba akan terus semangkin bertambah. Bahkan warga terancam serangan penyakit Demam Berdarah Degue (DBD) sehingga sangat dipandang perlu adanya kesiagaan dinas kesehatan dalam memberikan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang terdampak air banjir.
Camat Kubu, Dr.Syafrizal SAg.MIS mengatakan, pontensi banjir di Kecamatan Kubu akan semangkin bertambah melihat hujan terus menerus yang terjadi saat ini di Kecamagan Kubu.
“Debit air di pemukiman masyarakat saat ini sudah mencapai kedalaman satu meter. Banjir tahun 2023 ini di Kecamatan Kubu cukup besar, selain tingginya curahan hujan, air kirim dari Kecamatan Simpang Kanan,” kata Camat Kubu, Syafrizal kepada Wartawan, Kamis (26/10/2023) di Kecamatan Kubu.
Lanjut Camat, pemerintah Kecamatan Kubu saat ini sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Teluk Merbau agar melakukan fooging di pemukiman masyarakat yang terdampak banjir. “Rentetan dari banjir ini bisa menimbulkan penyakit DBD, kita sudah koordinasi dengan pihak puskesmas untuk melakukan fooging. Tapi belum bisa karena belum adanya ditemukan kasus DBD,” ujarnya.
Sementara itu Camat Kuba, Hasan Usman SPd.MM mengungkapkan hal senada, dampak banjir di Kecamatan Kuba yang terjadi di beberapa Kepenghuluan sudah cukup menghambat aktifitas masyarakat. “Kita sangat berharap betul adanya bantuan sembako dari dinas sosial dan baznas Rohil, karena masyarakat yang terdampak banjir saat ini sudah tidak efektif lagi menjalankan aktifitas dalam mencari nafkah karena banjir ini,” ujarnya.
Menurut Camat, selain menunggu aktifasi masyarakat, dampak negatif dari banjir juga banyak membuat tanam-tanaman hortikultura yang mati. Begitu juga tanaman sawit masyarakat banyak yang menguning karena direndam air. “Kita menghimbau kepada masyarakat yang wilayah terdampak banjir agar selalu mengawasi anak-anak mereka terutama yang masih balita. Jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan terjadi karena kelalaian orang tua,” pungkasnya. (zul)
Pekanbaru Pos Riau