Kasus Stunting di Rohil Terus Menurun
BAGANBATU (pekanbarupos.co) — Guna mencegah terjadinya Stunting ditengah masyarakat, Pemerintah Kepenghuluan ( PemKep) Bagan batu Kecamatan Bagan Sinembah menggelar rembug Stunting, Senin (20/11).
Rembug Stunting ini melibatkan ketua Rt, Masyarakat dan kader PKM Kepenghuluan Bagan Batu. Rembug Stunting ini turut dihadiri Pjs Penghulu Asnawi, Kepala Puskesmas Bagan Batu dr.Erdianto,Bhabinkamtibamas Aipda Sujarwo dan seluruh staf Kepenghuluan Bagan Batu.
Dalam sambutannya, Pjs.Penghulu Asnawi menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang hadir dalam acara rembug Stunting. Tujuan rembug ini adalah untuk mencegah dan mengatasi terjadinya Stunting. “Rembug Stunting ini adalah salah satu program desa dalam menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dalam upaya mencegah terjadinya kasus Stunting,” kata Pjs.Penghulu Asnawi.
Untuk itu, Ia berharap dengan adanya rembug Stunting ini agar para kader dan ketua Rt serta masyarakat bisa membantu pemerintah dalam mencegah terjadinya kasus Stunting khususnya di desa Bagan Batu ini. “Kader dan ketua Rt memiliki peran penting untuk mensosialisasikan masyarakat dalam mencegah terjadinya Stunting,” ucap Asnawi.
Kepala Puskesmas Bagan Batu dr.Herdianto selaku narasumber acara rembug Stunting menegaskan bahwa Stunting sudah menjadi isu nasional dan bahkan Negara Indonesia termasuk salah satu negara yang banyak terjadi kasus Stunting. “Namun Allhamdulillah di Rohil kasus stunting ini terus menurun dan kemarin Pemkab Rohil mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat,” ujar dr.Erdianto mengawali pemaparan terkait Stunting.
Dijelaskan Kapus Bagan Batu sekaligus Owner Rumah Sakit Ibunda ini, dampak Stunting menyebabkan berat badan dan tinggi badan rendah serta terganggunya pertumbuhan badan anak yang disebabkan akibat kurangnya asupan gizi. “Untuk mengatasi Stunting ini semua pihak mempunyai peran penting terutama orang tua dan Bumil,” ucap Erdianto sembari berpesan agar Bumil selalu memeriksakan diri secara rutin.
Lanjut dr.Erdianto, dalam mengatasi dan mencegah terjadinya kasus Stunting ini, Pihak Puskesmas Bagan Batu melakukan berbagai inovasi seperti Pandu Bumil Desa yakni pemeriksaan terpadu untuk ibu hamil didesa. Pemeriksaan kesehatan atau Deteksi Stunting dilakukan sejak 100 hari pertama kehamilan di rahim. “Deteksi kesehatan dilakukan melalui Pandu Bumil Desa. Seperti pemeriksaan HB, HIV AID, Sipilis, Hepatitis dan Amnemia,” papar Erdianto.
Tambah Erdianto, jika ditemukan atau terdeteksi maka dilakukan pengetahuan dan intervensi rutin serta memberikan PMT atau makanan tambahan bagi bayi- bayi agar bayi menjadi sehat. “Pandu Bumil Desa ini kita lakukan 3 kali dalam setahun di semua desa yang ada di Bagan Sinembah ini,” ujar Erdianto sembari mengatakan kasus Stunting di Bagan Batu saat ini terus menurun.(met)
Pekanbaru Pos Riau