Sabtu , 24 Februari 2024
Babinsa dan warga setempat di lokasi jalan terendam banjir, Desa Sotol-Desa Tambak Langgam.amr

Jalan Terendam Banjir, Warga Sotol Langgam Pakai Pompong 

LANGGAM (pekanbarupos.co) — Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat akses jalan Desa Sotol ke Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan terancam putus. Bahkan, untuk sepedamotor sudah tidak dapat melintas lagi.

Untuk tetap dapat menggunakan jalur alternatif itu, warga terpaksa menggunakan jasa penyeberangan, pompong. Tarifnya sekitar Rp10.000.

“Kasihannya anak-anak sekolah yang hampir tiap hari menggunakan jalan itu. Sejak dua hari kondisi banjir makin parah. Untuk sepedamotor tak bisa lewat lagi,” kata Ardi Zukri, Jumat (1/12/2023).

“Naik pompong Rp10.000,” imbuhnya menyebutkan tarif sekali jalan naik angkutan alternatif yang disediakan masyarakat sekitar jembatan Desa Tambak-Desa Sotol Kecamatan Langgam tersebut.

Menurut Ardi Zukri, kedalaman air yang merendam badan jalan sepanjang kurang lebih 150 meter arah ke DESA Sotol itu lebih 50 centimeter. Jadi, sangat berisiko jika memaksa lewat.

“Warga arahkan untuk ke Kelurahan Langgam atau ke Pangkalan Kerinci lewat Desa Segati. Tentu jarak tempuhnya lumayan jauh,”benernya.

“Parahnya, tiap hari debit air makin naik. Selain hujan, juga banjir kiriman dari bendungan PLTA Koto Panjang, Kampar yang berada di bagian hulu Sungai Kampar,”ungkapnya.

Karena jalur ini sangat penting, tak hanya bagi anak sekolah tapi juga bagi masyarakat, Ardi Zukri berharap Pemkab Pelalawan segera melakukan tindakan nyata.

“Alhamdulillah kita sudah dibangunkan jembatan, tapi karena jalan masih rendah, akibatnya kalau air naik jalan jadi terendamlah. Parah,”paparnya sambil pihak perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Langgam juga ikut berpartisipasi memperbaiki kondisi jalan yang terendam banjir tersebut.(amr)

About Alzamred Malik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *