Sabtu , 24 Februari 2024
Ikan di Sungai Redang Seko nampak mati (mengapung) diduga keracunan dari limbah PT GH.

Diduga Terkontaminasi Limbah B3 Milik PT GH, Ribuan Ikan di Sungai Redang Seko Mati

INHU (pekanbarupos.co) — Diduga terkontaminasi cairan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari PT Gandaera Hendana (GH) yang bercokol di desa Redang Seko Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, ribuan ikan di sungai desa setempat mati membusuk.

Atas kejadian-kejadian itu, sehingga membuat masyarakat desa Redang Seko menggeruduk ke management perusahaan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun sangat disayangkan, sesampainya di lokasi masyarakat mengaku kecewa lantaran pihak PT GH melalui bagian Humas justru menyangkal jika ribuan ikan mati bukan karena tercemari limbah dari perusahaannya itu.

“Ya, saya bersama beberapa masyarakat dan nelayan desa Redang Seko mendatangi kantor Manajemen PT GH untuk meminta pertanggung jawabannya atas kelalaiannya bocor limbah dan telah mencemari sungai kami sehingga ikan disana mati,” ungkap salah seorang perwakilan warga Redang Seko, Miswandi, Rabu (20/12/2023).

Kata Miswandi, pihak manajemen justru menantang balik dan tak mau menanggapi keluhan yang disampaikan oleh warga. Hal itu terkesan si Humas ini kurang humanis dengan warga sekitar perusahaan.

“Silahkan buktikan dulu apakah betul ikan itu mati akibat limbah kami, jangan asal nuduh, jika ayam kamu mati di pekarangan saya, jadi kamu mau nuntut aku, ” terang Miswandi mengulas apa yang dilontarkan si Humas PT GH.

Dijelaskan Miswandi lebih rinci, saat ini PT GH tengah melakukan tumbang ciping pohon kelapa sawit di inti perusahaan (HGU) dengan cara ditimbun. Karena musim hujan, maka ciping yang ditimbun ini merembes ke sungai disekitaran proyek.

“Kejadiannya tengah malam, saat itu beberapa warga menyaksikan secara langsung air berubah warna dan bau busuk di hilir sungai. Dijumpai juga ribuan ikan mati disepanjang sungai ini. Ikan tidak dapat dikonsumsi oleh masyarakat karena busuk dan tak ada rasa,” ucap Miswandi.

Diungkapkannya lagi, letak sungai yang diduga terkontaminasi oleh limbah perusahaan lokasinya tidak jauh dari pemukiman penduduk. Sungai ini juga merupakan tempat mata pencaharian serta untuk kebutuhan saben hari masyarakat.

“Airnya dimanfaatkan untuk mandi masyarakat sekitar. Ada juga masyarakat (nelayan) yang menggantungkan hidupnya dari menjala ikan di sungai ini,” keluhnya.

Sebagai masyarakat, pihaknya meminta instansi terkait dan juga DPRD Kabupaten Inhu untuk melakukan sidak ke perusahaan dan ke lokasi sungai yang sudah tercemar itu.

Salah seorang aktivis lingkungan hidup dari Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Provinsi Riau, Rudi Walker Purba turut menyoroti terkait adanya dugaan pencemaran sungai oleh PT GH. Jika dugaan itu benar, maka dirinya menilai pihak perusahaan sudah melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P.56/menlhk/setjen/kum.1/4/2015 Tahun 2016 tentang tata cara dan persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

“Kami akan laporkan masalah ini ke DLH, dan meminta mereka mengusut tuntas perkara ini, karena ini sangat berbahaya, jika terus dibiarkan bagaimana nasib masyarakat dan nelayan, mereka tentu tidak bisa melakukan aktivasi menangkap ikan di sungai ini, ” ucap Rudi.

Rudi juga menambahkan, jika PT GH itu tergabung di  Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dan tujuan RSPO sendiri untuk mendorong pengembangan dan penggunaan produk minyak kelapa sawit berkelanjutan dengan menerapkan standar global yang tepercaya dan tata kelola yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Dan adapun persyaratannya tergabung di RSPO PT harus dapat mengolah limbah dengan baik, tidak dibiarkan mencemari sungai seperti ini, ” sesalnya.

Sementara itu pihak management PT GH melalui bagian Humas, Afrizal dikonfirmasi ke WhatsApp (WA) pribadinya 085374411xxx dari pagi hingga menjelang siang belum memberikan klarifikasi. Melalui pesan singkat hanya merespon ” maaf lagi rapat pak”.(har)

 

About Alzamred Malik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *